ZAHRA ANAK YANG BERBAKTI

Zahra Anak yang Berbakti

Hari ini seperti biasa pukul 8 pagi Zahra sudah rapih mengenakan seragam sekolah dan duduk menghadap ke arah laptop miliknya. Selama pandemi Zahra melakukan kegiatan belajar di rumah. Walaupun belajar di rumah, Zahra tetap bersemangat apalagi ini hari pertama Zahra bertemu dengan wali kelasnya, Bu Irma.

Setelah saling sapa dan berkenalan Bu Irma melanjutkan dengan membacakan cerita. Zahra semakin antusias dengan kegiatan belajar daringnya. Cerita yang dibacakan Bu Irma adalah kisah Malin Kundang si Anak Durhaka.

Saat jam belajar sudah selesai, Ibu datang membawakan roti dan juga susu untuk Zahra. Ibu heran karena Zahra tertunduk lesu sambil menutup wajahnya. Zahra menangis.

“Lho, ada apa Zahra kok menangis?” tanya Ibu.

“Ibu, maafkan Zahra ya. Zahra sering membuat Ibu marah sama tingkah Zahra.” Zahra menangis semakin kencang.

Ibu memeluk Zahra berusaha menenangkan. Ibu masih bingung dengan yang terjadi pada anaknya itu.
“Coba Zahra jelaskan kepada Ibu,” pinta Ibu setelah Zahra lebih tenang.

Zahra lalu menceritakan hal yang membuatnya menangis. Ia takut menjadi anak yang durhaka seperti dongeng yang dibacakan oleh Bu Irma tadi. Ibu mengangguk paham dan tersenyum bangga karena Zahra memahami dongeng yang dibacakan oleh gurunya tersebut.

“Zahra sayang, Ibu selalu doakan yang baik untuk Zahra. Ibu bangga karena Zahra sudah bisa menjadi anak yang baik dengan mau menuruti perintah dari Ayah dan Ibu. Kalaupun ada sikap Zahra yang belum baik, itu tidak membuat Ayah dan Ibu marah karena kami percaya Zahra bisa memperbaikinya dan menjadi lebih baik. Selalu jadi anak yang hebat dan berbakti kepada kedua orang tua ya sayang.” Ibu memberi penjelasan lalu memeluknya.

“Zahra janji akan selalu berbakti kepada Ayah dan Ibu. Zahra sayang Ayah dan Ibu.” Zahra memeluk Ibunya semakin erat.

Nulisbareng/ibunyanajma