Yuk, Raih Keberkahan dan Kemustajaban Ramadhan dalam Sahur Walaupun Dikepung Corona

Yuk, Raih Keberkahan dan Kemustajaban Ramadhan dalam Sahur Walaupun Dikepung Corona

Gambar dari instagram.com/ummahatmengaji.id

Assalamualaikum sobat web nulis bareng rumedia, semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya, aamiin.

Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari, sudahkah kia mempersiapkan diri ini dengan maksimal? Ternyata, tidak semua manusia menyambut bulan penuh berkah ini dengan suka cita. Ah, masa? Kalau enggak percaya, simak dulu tulisan dan gambar berikut ini,

Gambar dari telegram ahlusunnah poso

Menurut Asy-Syaikh al-Allamah Dr. Shalih al-Fauzan pernah mengatakan, “Seorang mukmin bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, adapun seorang munafik dan seorang pemalas maka dia merasa susah dengan datangnya Ramadhan.”

Dari pernyataan tersebut, saya berdoa semoga semua sobat Rumedia merasa bahagia dengan datangnya bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini, aamiin. Oh iya, siapa yang masih suka melewatkan sahur?

Bagi sobat yang masih suka melewatkan sahur, mungkin kamu masih beranggapan kalau sahur itu hanya sekadar menyantap makanan dan minuman sebelum berpuasa. Tapi sebenarnya kegiatan sahur itu sendiri sudah menjadi sebuah keberkahan bagi umat Islam. Hal tersebut terdapat dalam hadis Rasulullah Saw. berikut ini,

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

“Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat berkah.” (Muttafaqun ‘alaih).

Selain hadis di atas, anjuran sahur untuk menyantap makanan dan minuman, karena hal tersebut adalah sebuah keberkahan juga terdapat dalam hadis Rasullah Saw. ini,

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

“Makan sahur adalah berkah. Maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah satu di antara kalian hanya minum seteguk air. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang sahur.”  (HR. Ahmad, hadits hasan, lihat Shahihul Jami’ish Shaghir, 1/686 no. 3683).

MasyaAllah hanya dengan sahur, kita sudah meraih berkah dalam Ramadhan, tapi jika sobat Rumedia ingin memperoleh sahur yang mustajab, coba deh, melakukan 3 amalan sederhana ini,

1. Salat Malam.

2. Berdoa

3. Memohon Ampun atau Beristigfar.

Itulah 3 amalan sederhana yang mampu membuat dshur kita menjadi mustajab. Seperti hadis Rasulullah dari Imam Nawawi berikut ini,

Imam Nawawi mengatakan,

وفيه تنبيه على أن آخر الليل للصلاة والدعاء والاستغفار وغيرها من الطاعات أفضل من أوله

Dalam hadis ini terdapat pelajaran bahwa waktu akhir malam lebih afdhal digunakan untuk shalat, berdoa, beristighfar, dan melakukan ketaatan lainnya, dari pada waktu awal malam. (Syarh Shahih Muslim, 6/38).

Gambar dari instagram.com/ummahatmengaji.id

Dalam Alquran sendiri, sudah ada surah yang menganjurkan kita untuk melakukan istigfar atau memohon ampunan kepada Allah saat sahur. Sebab perbuatan ini menjadi kunci utama agar sahur kita mustajab.

Allah Ta’ala berfirman:

ﻭَﺑِﺎﻟْﺄَﺳْﺤَﺎﺭِ ﻫُﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭْﻥَ

“Dan pada waktu sahur kebiasaan mereka meminta ampun kepada Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 18).

Selain surah Adz-Dzariyat ayat 18, ada juga surah lain yang menjelaskan kalau kebiasaan orang-orang salih zaman dulu itu, suka memanfaatkan waktu sahurnya dengan berdoa dan memohon ampunan kepada Allah.

Allah berfirman, menceritakan tentang sifat ahli surga:

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

“Merekalah orang-orang yang penyabar, jujur, tunduk, rajin berinfak, dan rajin istighfar di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17).

Terkait dengan kebiasaan orang-orang salih terdahulu ini juga sudah diriwayatkan dalam hadis Rasulullah, berikut ini,

Hasan, diriwayatkan dalam kitab at-Tahajjud karya Ibnu Abid Dunya, no. 296,

كان ابن عمر يقوم الليل ويكثر من قيامه، فإذا جاء السحر وقف عن القراءة وأخذ في الاستغفار

“Dahulu kebiasaan Abdullah bin Umar adalah mengerjakan shalat malam dan memperpanjang berdirinya, lalu ketika telah tiba waktu sahur maka beliau berhenti dari membaca al-Qur’an dan mulai istighfar.”

Melakukan 3 amalan, khususnya memperbanyak istigfar dan berdoa menjadi kemustajaban saat sahur semakin diperkuat oleh hadis Rasulullah ini,

Ibnu Hajar juga menjelaskan,

أن آخر الليل أفضل للدعاء والاستغفار ويشهد له قوله تعالى والمستغفرين بالأسحار وأن الدعاء في ذلك الوقت مجاب

“Bahwa akhir malam sangat afdhal untuk berdoa dan beristighfar. Dalilnya firman Allah (yang artinya) ‘yaitu orang-orang yang rajin beristighfar di waktu sahur.’ Dan bahwa doa di waktu sahur itu mustajab.” (Fathul Bari, 3/31).

“Jadi jangan sibukkan diri di waktu sahur dengan aktivitas makan saja. Ambillah kesempatan untuk shalat malam, yang penting tidak ada dua witir dalam satu malam. Lalu tambahlah dengan panjatkan doa sesuai dengan hajat yang kita minta.” -Dari Sumber Rumaysho (29/06/2014)-

Itulah 3 amalan sederhana yang bisa menambah bahkan menyulap kegiatan sahur kita yang penuh berkah menjadi mustajab. Kira-kira siapa diantara sobat nubar yang mau melakukan kegiatan ini? Yuk, kita berlomba-lomba melakukannya, saat Ramadhan tiba.

Tulisan ini pernah dimuat dalam judul Mau Sahur Kita Berkah dan Mustajab? Yuk, Lakukan 3 Amalan Ini

Nubar-Nulis-Bareng/Lithaetr