Waktu Tuhan

Sumber Foto: Google edit by Meitu

Waktu Tuhan bukan waktu kita

Jangan sesali keadaannya

Untuk semua ada waktu Tuhan

Tetap setia mengandalkanNya

Reff :

Segala yang terjadi di hidupku

Janji Tuhan menghidupiku selalu

Ku yakin percaya ada waktunya Tuhan

Semua Kan Indah Pada WaktuNya

Lirik lagu rohani di atas yang dinyanyikan oleh Maria Sandi adalah salah satu lagu favoritku. Lirik lagunya benar-benar meresap sampai ke relung hatiku terdalam. Waktu Tuhan memang berbeda dengan waktu kita.

Manusia pada umumnya hanya mau di zona nyaman. Hanya bisa menyalahkan Tuhan saat mengalami masalah termasuk aku. Bahkan dulu aku pernah marah pada Tuhan, “Kenapa aku harus mengalami penderitaan bertubi-tubi Tuhan?”

Setelah aku renungkan dalam hati, aku berkata pada diriku sendiri, “Kalau aku ngambek/ marah pada Tuhan, mau dapat kekuatan dari mana untuk bisa move on?” Puji Tuhan aku segera menyadari kekonyolanku sendiri.

Apapun yang terjadi dalam hidup kita memang tidak perlu disesali. Sekarang aku benar-benar merasakan bagaimana Tuhan selalu menolong, walaupun badai diijinkan menerpaku. Semua sarana disediakanNya bagiku untuk dapat melewati badai hidup.

Bahkan aku sekarang bisa tersenyum dan bersyukur kalau flash back, melihat kembali bagaimana badai yang terjadi dalam hidupku. Saat ku tetap setia mengandalkanNya, ku dimampukanNya bertahan dalam badai yang menghempaskanku. Sekarang aku dipakai menjadi alatNya untuk membantu orang yang sedang menghadapi badai supaya bisa bertahan juga.

Puji Tuhan setelah break menulis hampir tiga bulan, untuk belajar hobi yang lain yaitu bermain piano. Sungguh suatu anugerah yang luar biasa bagiku bisa memainkan piano walaupun baru belajar. Dulu hanya berupa angan-angan semata, karena sulit bermain piano. Apalagi baru belajar di usia yang tidak muda hampir 50 tahun 2 tahun lagi. Hanya aku merasa dan semangat muda terus.

Seperti lirik di atas, “Janji Tuhan menghidupiku selalu.” Terbayangpun tidak bahwa aku bisa bermain piano. Sepertinya lebay ya, tapi aku benar-benar merasakan janjiNya luar biasa. Aku sangat bahagia karena bisa memuji Tuhan dengan menyanyi dan mengiringi dengan piano sendiri. Hal kecil pun dipenuhi walaupun aku hanya mbatin (berkata dalam hati).

“Ku Yakin, Percaya ada Waktunya Tuhan, Semua kan Indah pada WaktuNya”… lirik terakhir ini sengaja kuberi huruf kapital di depan untuk menggarisbawahi makna kalimat yang sangat berarti bagiku. Sekarang aku benar-benar diijinkan Tuhan untuk menikmati masa indah dalam hidupku.

Ada Pelangi Sehabis Hujan, itulah yang aku alami sekarang. Bukan berarti aku tidak ada masalah lagi, tetapi sudah berbeda cara memandang masalah dan mengatasinya. Luar biasa enak kalau kita mau mengikuti ajaran Tuhan.

Jangan pernah menyerah buat pembaca sekalian, yang pasti juga sedang berjuang dalam badai ataupun angin sepoi-sepoi yang menghempaskan. Zona nyaman seringkali membuat manusia terlena. Perlu kita waspadai supaya tidak sampai terpeleset.

Tetaplah mengandalkan Tuhan dalam segala perkara! Percayalah bahwa memang benar, “Semua Kan Indah Pada WaktuNya.”

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Special Thanks to mas Nanang yang sudah sabar mengajar bermain piano. Selalu menyediakan waktu untuk mengiringi pujian kepada Tuhan di setiap acara keluargaku.

Wenny Kartika Sari