VIRUS LUKA

Sebelum melanjutkan pembahasan tentang kebutuhan dasar manusia ketiga yaitu significance atau unggul, saya izin membahas topik selingan dulu.

Senang sekali hari ini bisa berbagi dengan teman-teman lewat zoom bersama sahabat saya Ribka ImaRi, tentang bagaimana mengenali sifat dasar manusia kaitannya dengan cara mengatasi mental korban dan self pity.

Sebagai manusia kita memang rentan terluka (baik secara fisik maupun psikis). Setelah melewati perjalanan hidup belasan atau puluhan tahun, tentu ada saja kisah tidak enak yang melukai perasaan.

Saya makin menyadari bahwa salah satu skill penting untuk menjaga diri kita adalah skill mengenali diri dan melindunginya dari perasaan terluka. Setidaknya tau bagaimana cara mengobatinya jika kita terpaksa menghadapi peristiwa yang menyebabkan luka.

Tanpa bekal pengetahuan tersebut, betapa rentan dan menderitanya manusia. Satu luka ditambah dengan luka baru. Tiap luka baru memicu memori atas luka sebelumnya. Menambah tumpukan luka dalam diri.

Akibatnya bukan cuma diri sendiri yang menderita. Orang-orang di sekitar turut ‘ditulari’ luka. Pasangan, anak, saudara, pembantu, teman kantor, anak buah, atasan, bahkan hewan piaraan! Sedih sekali pastinya.

Kapankah semua ini berakhir?

Semuanya berakhir hanya jika sudah muncul tekad mengakhiri identitas diri sebagai ‘korban’. Berhenti menempatkan diri sebagai orang yang tanpa daya. Mengambil kontrol dan menciptakan identitas yang baru sebagai ‘pengendali diri sendiri.’

Begitu pentingnya kontrol diri untuk mengobati satu demi satu luka masa lalu. Saat kita punya kontrol diri, kita tidak mengizinkan lagi sikap atau tindakan siapapun melukai kita.

Dengan kontrol diri, kita tidak mengizinkan lagi orang lain atau keadaan menyetir perasaan kita. Marah kita, sedih kita, bahagia kita, seluruhnya berada penuh di dalam kontrol kita.

Kita yang mengontrol suasana hati, ketenangan, rasa syukur, kebahagiaan, kepercayaan diri, pikiran dan suara hati kita. Tentu saja kita harus punya kontrol diri yang positif.

Semakin bagus penguasaan kontrol diri, semakin mudah persoalan luka masa lalu teratasi. Semakin cepat ilmunya dikuasai, semakin cepat persoalan diatasi.

Setuju?

Bagi anda yang tertarik belajar ilmu kontrol diri lebih cepat (tidak meraba-raba sendiri), anda masih puny kesempatan bergabung dengan kelas zoom saya dan Ribka Imari tanggal 22 Mei 2021 besok.

Semoga bermanfaat!

Renny Artanti
STIFIn Family & Business Trainer
Co Founder of xcellence International