Urgensi Profil Penulis

Urgensi Profil Penulis

Sobat Nubar, suka ingin tahu nggak, sih, kenapa kalau menulis di antologi Nubarnya Rumedia perlu menyertakan profil kita sebagai penulis? Pasti ada tujuannya, dong? Meski letaknya ada di bagian akhir naskah atau akhir halaman buku, tetapi tetap keberadaan profil penulis itu penting. Mau tahu kenapa? Yuk, simak penjelasannya berikut :

Biodata singkat penulis. Yang namanya pembaca pasti ingin tahu informasi penulis yang menulis suatu karya. Iya, nggak? Pernahkah kita menemukan sebuah tulisan yang menarik atau buruk sekalipun, lalu hati tergerak untuk mencari tahu siapa penulisnya?

Kalau kita menemukan tulisan bagus, lalu menemukan biodata penulisnya, jadi makin terbayang, kan, seperti apa sosok sang penulis? Kalau kita suka, bisa jadi kita akan selalu mencari dulu namanya setiap kali ada karya tulis terbaru yang muncul. Bisa saja kita malah mengabaikan karya tulis lain dengan nama penulis yang masih terdengar asing. Begitulah yang sering berlaku.

Portofolio singkat. Sebuah karya tulis akan memiliki nilai seni berkualitas bila didukung oleh jam terbang sang penulis. Ketika kita menemukan satu karya yang dianggap bagus, pasti kita ingin menikmati karya lainnya dari penulis tersebut. Di manakah kita bisa menemukan karya tulis apa saja yang sudah dihasilkan seorang penulis? Tentu saja pada profil penulis.

Dikenal pembaca. Bila selalu menuliskan profil diri di setiap akhir karya tulis atau pada buku karya kita, maka pembaca akan semakin mengenal nama kita, iya kan? Pembaca yang fanatik pada karya-karya kita, akan selalu menanti karya terbaru selanjutnya.

Contohnya J.K. Rowling, Dee Lestari, Asma Nadia, dan lain-lain. Sebelum karya terbaru mereka released, pemesanan buku di awal sebelum launching atau pre order, buku mereka sudah ramai diminati masyarakat, bahkan jauh sebelum bukunya dicetak. Mau dong suatu hari kita seperti itu juga? Aamiin.

Sumber gambar : koleksi Nubar Jabar Rumedia

Sarana branding diri. Kalau seseorang ingin disebut dokter, tentunya dia harus memiliki bukti sebagai seorang dokter. Apa buktinya? Bisa berupa latar belakang formalnya yang berasal dari fakultas kedokteran, bisa berupa gelar resmi pada ijazahnya, bekerja di rumah sakit, dan sebagainya.

Begitu pula dengan seorang penulis. Kita ingin disebut sebagai penulis, maka tampilkan hasil karya yang sudah dimiliki. Bisa berupa buku, artikel, jurnal, dan lain-lain. Ditampilkan di mana supaya orang-orang yang tertarik dengan tulisan kita bisa dengan mudah mencari dan mengaksesnya? Salah satunya pada profil penulis di buku kita. Tuliskan saja semua hasil tulisan kita di sana. Siap?

Iklan. Saat menulis profil penulis, sebaiknya jangan diisi dengan curhatan pribadi atau sinopsis dari karya yang kita tulis. Isilah dengan akun-akun medsos, email, web atau blog, berikut nomor kontak yang kita punya. Tuliskan semua.

Apa tujuannya? Supaya ketika ada orang, penerbit atau owner sebuah media massa yang tertarik dengan tulisan kita dan ingin mengajak berkolaborasi lebih mudah untuk menghubungi. Biarkan mereka yang tertarik dan memuja karya kita mengenal lebih dekat lewat akun-akun yang kita miliki. Siapa tahu keinginan untuk berkolaborasi makin kuat. Rezeki jangan ditolak, setuju?

Nah, Sobat Nubar semua. Sudah paham pentingnya profil penulis, kan? Jangan lagi meremehkannya, ya? Mulailah menuliskan profil penulis kita dengan sebaik mungkin. Semoga segera kebanjiran orderan menulis. Aamiin.

Salam literasi.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah