Ucapan adalah Doa Part. 9

Fokusku sekarang kerja dan kuliah, harus segera menemukan judul Tugas Akhir nanti. Kebetulan karena sudah bekerja jadi aku praktek kerja lapangan di kantorku sendiri. Aku sudah menemukan apa yang akan di angkat untuk Tugas Akhir nanti. Karena ini cabang belum berdiri setahun jadi kami membuat pembukuan dengan manual untuk laporan uang makan harian karyawan dan uang gaji karyawan. Belum menggunakan sistem/program, yang terkadang masih banyak menemui kesalahan. Aku berniat menjadikan kasus ini menjadi Tugas Akhir hingga menjadi sebuah program sederhana  yang bisa diaplikasikan nantinya.

Namanya juga di dunia kerja akan selalu ada perubahan komposisi karyawan, ada beberapa yang berhenti bekerja lalu digantikan dengan mereka yang baru  melamar di kantor kami. Hampir dua hari Pak Tama menyeleksi beberapa surat lamaran kerja yang masuk dikantor, kebetulan memang ada beberapa posisi yang kosong apalagi posisi marketing. Ada 4 orang yang Pak Tama pilih yaitu Andri, Alvin, Redi dan Helmi. Mulai pertengahan Januari itu mereka berempat sudah bisa bergabung bekerja dikantor.

Closing Januari tahun 2014 ini Alhamdulillah profit kantor kami semakin  naik dengan pesat, karena penjualan bulan Januari memang baik sekali. Pak Tama memang tak perlu diragukan lagi karena strategi pemasaran nya sangat tepat. Sore hari juga closing sudah bisa dilaksanakan karena tidak ada kendala. Pak Tama dibujuk oleh Supervisor Marketing yaitu Pak Yadi untuk mengadakan acara makan bersama dirumahnya, kalau di daerah kami menyebutnya dengan sebutan “liwetan”.

Tak disangka Pak Tama setuju dengan bujukannya. Dan disini lah cerita baru ku dimulai dengan Alvin karyawan baru. Karena di kantor hanya ada dua wanita aku dan Laila jadi kami berdua sering sekali digoda oleh karyawan laki-laki. Godaan nya pun bukan hal tak senonoh, mereka hanya bercanda untuk menambah keakraban. Dan aku tak sulit untuk berbaur bersama mereka semua. Malam harinya aku datang memenuhi undangan makan bersama. Seluruh karyawan hadir, termasuk Alvin.

Awalnya gara- gara Pak Yadi menjodoh- jodohkan aku dengan Alvin, sambil ia memberi informasi bahwa aku sedang patah hati karena baru putus cinta. Bahkan ketika pulang dari acara itu aku malah disuruh oleh Pak Yadi untuk pulang bersama Alvin, karena di daerah rumah Pak Yadi tidak ada ojek. Dan terpaksalah aku harus ikut dengan Alvin di tambah memang kita satu jalan. Rasa nya canggung sekali karena memang sebelumnya kita tidak pernah berbincang diluar kepentingan pekerjaan.

Alvin sopan sekali, ia mengantarkan aku hingga depan gang rumah nenek. Aku mengajak nya untuk sekedar mampir namun ia menolak, katanya ” Insha Allah Bu Din, nanti saya mampir di lain waktu ya”. Aku berterima kasih padanya dan izin berlalu pada Alvin. Setelah berganti piyama, lampu notif HP ku menyala, aku buka chat ternyata dari Alvin. Dia meminta maaf karena keadaan dirumah Pak Yadi yang menjodoh-jodohkan kami malah menjadi canggung. Aku hanya tersenyum tanpa membalas chat nya.