Ucapan adalah Doa Part. 6

Di penghujung tahun 2013 bulan Desember secara mendadak Pak Rano mengatakan hal yang membuat aku merasa sedih sekali karena Pak Rano berniat untuk resign dari kantor kami mengundurkan diri dari kepala cabang. Beliau mendapat tawaran pekerjaan yang lebih  baik lagi sebagai Manajer Area di Kantor Jasa keuangan Syariah. Sebenarnya beliau pun masih menimbang dalam mengambil keputusan nya. Namun Qadarullah sudah jalan-Nya, handphone beliau tiba- tiba hang dan Pak Rano memencet segala tombol yang  pada akhirnya mengirim percakapan tawaran pindah kerja ke grup BBM yang beranggotakan para atasan nya saat ini di kantor kami.

Beliau sangat gelisah sekali, merasa tak enak hati padahal sama sekali tidak ada maksud sengaja mengirim percakapan itu. Dan orang pertama yang beliau percaya untuk bisa bertukar pikiran adalah aku, istrinya pun belum beliau beritahu. Mendengarkan ceritanya di dalam hati aku hanya merasa sedih karena aku akan kehilangan orang yang pernah berarti dalam kehidupanku. Beliau sudah seperti Ayah, saudara, sahabat bagiku. Aku yakin siapapun yang kenal dengan nya akan memiliki momen indah pernah dekat dengan Pak Rano.

Di tanggal 25 Desember aku dan Pak Rano menjadwalkan untuk liburan ke pantai Sawarna dengan   rekan satu kantor, dan sebagai tanda perpisahan dengan Pak Rano. Pantai yang kami tuju masih dalam satu kabupaten namun jaraknya lumayan jauh sekitar 123 km. Dan ini pertama kali nya aku bisa traveling konvoi dengan memakai motor. Kebetulan Pak Rano lah yang menjadi teman satu motor denganku. Beliau yang mengajakku. Karena nenek menitipkan aku pada Pak Rano. Perjalanan yang sangat indah meski jauh namum kami tak merasa lelah karena disuguhi pemandangan yang masih asri dan sejuk. Sungguh aku sangat menikmati wakti itu, bisa dibilang inilah best momen  traveling kami semua.

Setelah Pak Rano resign aku masih sedikit sedih, hal wajar terlebih aku merasa kehilangan  seorang ayah. Namun, harus aku sadari karena setiap pertemuan pasti ada perpisahan tak mungkin selama nya kita berada dalam satu kantor cepat atau lambat perubahan  itu selalu ada. Banyak nasihat yang pak Rano berikan untukku dari banyak kisah hidupnya. Satu nasehat yang paling aku ingat ” Din kalau kamu mau maju kamu harus banyak terjatuh dulu, ketika kamu jatuh kamu harus analisa sebab apa kamu jatuh. Kalau kamu mau maju kamu harus selalu upgrade value yang ada dalam diri kamu. Ketika kamu mengambil sebuah keputusan, kamu harus bisa jalaninya, pun ketika keputusan tak sesuai dengan ekspetasi kamu harus selalu bersyukur dan terus berjalan karena itu adalah keputusan yang sudah kamu pilih. “

Di awal tahun 2014 posisi kepala cabang sudah terisi oleh pak Tama, beliau dipindah tugaskan dikantor kami. Umur nya lebih tua dari Pak Tama mungkin ada sekitar 48 tahun. Beliau sangat tegas, disiplin, dan juga sangat pintar. Tapi rasanya aku kurang nyaman karena mungkin masih asing sekali. Kantor pun serasa tak begitu nyaman lagi. Ah mungkin ini hatiku saja yang masih terbawa perasaan. Lagi pula masih ada Laila Pak Malik dan rekan kerja lainnya. Cuma ada yang hilang dari kebiasaan kita setiap minggu nya seperti hang out setelah jam pulang kerja. Kami masing- masing sekarang pulang tanpa rencana pergi kemana hari ini, wisata kuliner apalagi, list itu sudah tidak ada dalam agenda kami.

Lagi pula tahun ini aku harus lebih fokus karena sudah mulai mempersiapkan Tugas Akhir ku dikampus. Dan satu lagi yang membuatku tak begitu bersemangat aku baru saja putus dengan pacarku Rangga Prayudha. Kami memiliki hubungan dekat dari 2011 semenjak lulus sekolah SMK tepatnya. Ini kali kedua kita jalan masing-masing padahal niat hati kami ingin melanjutkan hubungan ke arah yang serius lagi.