Ucapan adalah Doa Part. 5

Meeting pun berlangsung dipandu oleh Pak Rano. Beliau memberikan pengarahan kepada seluruh karyawannya. Diakhir meeting pak Rano bilang
” Temen- temen saya mau kasih informasi sedikit, khususnya kepada Dinni Wahyuni, saya mohon maaf jika saya pernah berbicara tidak baik bahkan terkesan meragukan kemampuan kamu padahal belum dijalani. Terima kasih sudah membantu menyelesaikan closing pertama kita di bulan April tahun 2013 ini. Untuk itu selanjutnya saya titipkan job desk Finance ini kamu yang pegang ya. “

Aku kaget dan tersipu malu, tapi jujur sebenarnya bukan hal ini yang aku inginkan. Aku hanya ingin menyadarkan pada pak Rano bahwa jangan menilai kemampuan seseorang dari tampilannya. Jangan meragukan kemampuan seseorang bahkan ketika ia belum sempat memulai nya. Akupun menerima job desk ku sebagai Admin Marketing karena bagiku harus mampu menguasai kedua job desk nya, karena badan seseorang tak selamanya bisa sehat bukan.

Saat itu aku menanggapi ucapan pak Rano  “Alhamdulillah pak saya bisa sedikit membantu closing, untuk perintah yang bapak berikan untuk saya, sebenarnya saya tidak ada masalah dan saya pun nyaman menjadi Admin marketing. Terlebih saya dan Laila pun dituntut untuk menguasai kedua jobdesk tersebut. Tapi jika bapak bisa percaya pada saya dalam mengelola keuangan di kantor ini. InshaAllah saya pun akan bertanggung jawab dan jujur atas amanah yang bapak berikan. Terima kasih. “

Sejak saat itu aku semakin dekat dengan Pak Rano, Laila dan Supervisor Marketing Pak Malik, kami bagaikan empat serangkai. Pak Rano itu sosok pemimpin yang baik, perhatian kepada setiap karyawan, humoris. Bersama dengan Pak Rano aku menemukan kenyamanan, bukan nyaman terhadap pasangan ya. Aku menemukan sosok ayah ada dalam diri beliau. Aku merasa seperti anaknya, ketika sedang bekerja pun terkadang beliau turun memantau kesibukan aku dan Laila. Yang paling aku suka ketika beliau mengelus kepalaku. Rasanya seperti disayang oleh seorang Ayah, yang tak pernah ku rasakan dari Ayah kandungku sendiri.

Bulan demi bulan berlalu, kami isi dengan kesenangan dan aku sungguh menikmati dunia baru dalam hidupku ini. Aku tak lagi begitu memikirkan beban permasalahan dikeluarga. Aku selalu bersemangat setiap hari, bagiku kantor seperti rumah kedua dengan komposisi orang- orang baik yang Allah SWT berikan untukku. Hampir setiap minggu kami selalu hang out berempat, kadang cuma menikmati kuliner dari satu tempat ke tempat lainnya yang berada di daerah kami. Pak Rano dan Pak Malik merantau disini jadi mereka ingin sekali banyak mengeksplor banyak hal dari kuliner dan tempat wisata.

Kadang kami juga mengadakan event tiga bulan sekali hang out bersama rekan kerja satu kantor untuk liburan ke tempat wisata atau villa dekat pantai. Sejenak melepas penat karena pekerjaan dan tuntutan untuk profit lebih besar lagi dari pusat. Sekaligus menambah keakraban kami dengan semua rekan kerja diluar kantor. Betapa bersyukurnya aku dikelilingi mereka membasuh sedih ku, melupakan segala permasalahan hidup, menikmati berkah hidup yang Allah SWT berikan. Dan jujur penyakit maag ku seakan sembuh karena aku selalu happy.