Ucapan adalah Doa Part. 15

Minggu kedua di bulan Mei Alvin dan keluarga nya mengunjungi rumahku untuk secara resmi melamar  disaksikan oleh keluarga kami. Hanya sebuah lamaran sederhana saja, Alhamdulillah acara nya lancar dan akupun menerima lamaran tersebut. Saat itu belum ada  pemilihan tanggal baik, tapi mamah Tuti bilang ingin secepatnya melihat kami menikah.

Besoknya dihari senin Alvin memberi tahu aku bahwa keluarga nya sudah mufakat untuk memilih tanggal 25 Mei sebagai tanggal pernikahan kami. Sungguh persiapan sangat mepet sekali. Alvin meminta untuk resepsi yang sederhana saja asal lancar dan khidmat. Hanya sekitar 2 minggu lebih aku harus mempersiapkan pernikahan. Bismillah semoga bisa dilancarkan untuk mencari perias pengantin.

Akad dan resepsi akan dilaksanakan di rumahku, karena kebetulan lahan kami cukup untuk acara pernikahan. Sekarang aku tinggal mencari perias pengantin dan tenda serta pelaminan.Aku juga sudah memesan undangan dan bisa di ambil dalam waktu seminggu.Tak banyak yang aku undang hanya teman dan sanak saudara yang terdekat.

Rabu sore aku mendapat kabar dari Alvin bahwa mamah Tuti masuk rumah sakit lagi karena diabetes nya kambuh lagi. Mamah Tuti ternyata membutuhkan donor darah leukosit, sel darah putih nya rendah. Sedangkan stok sel darah putih di PMI daerah kami tidak ada dan terbilang langka, untuk itu Alvin harus mencari ke PMI yang berada di wilayah Tangerang. Malam itu juga Alvin yang ditemani oleh adiknya berangkat ke PMI Tangerang.

Alhamdulillah Alvin mendapatkannya dan bergegas pulang kembali ke Rumah Sakit tempat Mamah Tuti dirawat. Kamis sore setelah pulang dari kantor aku ingin menjenguk Mamah Tuti, melihat kondisi mamah nampaknya semakin memburuk. Disepanjang perjalanan ke Rumah Sakit Alvin memberi tahu aku bahwa Mamah di diagnosis menderita kanker mulut stadium akhir.

Aku tahu betapa sedihnya Alvin saat itu, namun ia mencoba tetap kuat dalam menghadapi situasi seperti ini. Mungkin aku tak bisa membantu banyak hanya bisa berdoa dan menguatkan Alvin. Menjadi tempat ia mencurahkan segala isi hati dan rasa sedih nya. Hingga  sampai di bangsal rumah sakit jujur untuk masuk ke dalam kamar mamah rasanya sedih. Hal yang terpikir dalam benakku ketika kami akan menyongsong hari bahagia kami, Allah juga berikan cobaan pada kami dengan sakitnya Mamah Tuti.