Tumbuhan Saja Punya Perasaan

Sumber foto: Dokumentasi pribadi

Percaya tidak percaya, inilah kenyataan bahwa tumbuhan punya perasaan. Berawal dari waktu masih SD (Sekolah Dasar) kelas 6, mendiang papi selalu menyiram pohon jeruk nipis di kebun belakang rumah. Setelah beliau meninggal waktu aku lulus kelas 6, jeruk nipis itu ikut mati.

Waktu itu aku hanya heran saja, kok bisa sampai seperti itu. Kejadian yang sama terjadi dengan pohon mangga di kebun depan rumah. Mendiang mami juga rajin menyiram pohon di rumah terutama mangga. Setelah beliau meninggal pada tahun 2014, pohon mangga itu seolah-olah berduka.

Dari aku masih kecil, pohon mangga itu tidak pernah absen berbuah. Bahkan satu tahun berbuah dua kali, rasanya juga beda dengan buah mangga lain. Aku semakin heran sampai bertahun-tahun pohon mangga tidak berbuah lagi, selama 6 tahun sejak mami meninggal.

Baru sembuh kesedihan pohon mangga itu bulan Maret yang lalu sudah berbuah banyak lagi. Baru selesai panen, sekarang sudah berbunga lagi malah. Luar biasa sekarang ini, hewan dan tumbuhan lebih punya perasaan dibanding manusia.

Daripada penasaran aku mencari di internet bagaimana tumbuhan bisa seperti itu. Ternyata benar, aku membaca dari Republika, dijelaskan bahwa tumbuhan punya perasaan. Bahkan saat daun dimakan ulat, tumbuhan tidak suka. Daun bisa merasakan getaran waktu dimakan ulat atau getaran angin.

Bahkan selada thale banyak menghasilkan minyak mustard yang beracun kalau dimakan. Racunnya bisa disalurkan ke seluruh daun untuk menjaga diri. Racun ditemukan saat terdengar suara kunyahan ulat. Namun ketika ada angin yang mengenai tanaman, tidak ada racun yang ditemukan.

Luar biasanya tumbuhan pun bisa memberi peringatan pada tumbuhan lain bila ada bahaya. Daun akan mengeluarkan senyawa organik yang mudah menguap di udara. Ketika senyawa terdeteksi tumbuhan lain di sekitarnya, mereka akan mempersiapkan pertahanan diri dengan meningkatkan konsentrasi senyawa tanin pada daun-daun mereka.

Selama ini kita mengenal tumbuhan sebagai organisme pasif, namun ternyata sebenarnya mereka melakukan perlawanan sengit terhadap hewan-hewan yang memangsanya. Demikian pula kalau kita merawat dengan baik, tumbuhan sampai bisa merasakan keadaan orang yang merawatnya.

Dari penjelasan di atas, alangkah baiknya kalau kita juga menyayangi tumbuhan dan merawatnya. Tumbuhan tetap makhluk hidup ciptaan Tuhan. Jangan sampai manusia karena kebanyakan luka batin yang belum disembuhkan, menjadi manusia tak berperasaan.

Ciptaan Tuhan memang sangat sempurna. Semoga kita pun bisa bersikap sebagai makhluk hidup dengan martabat tertinggi. Dengan menyayangi manusia, hewan dan tumbuhan.

Sumber inspirasi : Republika dan Tribun Jogja

The Power of Thinking 💖

The Power of Forgiveness 💖

Solo, 2 Desember 2020

Tumbuhan Saja Punya Perasaan (Oleh: Wenny Kartika Sari)


Wenny Kartika Sari

Repost 14 Juni 2021