Trigliserida

Semenjak Desember 2020, saya rutin kontrol. Karena hasil cek darah di salah satu laboratorium menunjukkan hasil yang abnormal, untuk semua organ dalam saya. Terutama trigliserida yang meroket hingga tigaribu nilainya. Padahal normalnya jangan lebih dari seratus limapuluh. Kadar gula puasa sayapun di atas normal. Begitu pula dengan nilai kreatinin dan fungsi hati.

Dokter penyakit dalam yang saya kunjungi adalah seorang perempuan yang kalem. Beliau sudah menjadi langganan orangtua saya semenjak ibu saya mengidap diabetes tahun duaribu. Saya sering mengantar mama untuk kontrol. Berbincang dengan dokter internist ini sangat membuka wawasan. Meskipun begitu, saat itu, saya sampai mengcopy berbagai buku dan literatur lainnya dalam bentuk jurnal, mengenai diabetes ini. Banyak hal yang saya kurang pahami soal diabetes dari buku ataupun jurnal yang saya baca, saya tanyakan kepada beliau. Ya, sebegitu penasarannya saya dengan yang namanya diabetes, sampai-sampai saya lahap semua literatur mengenainya.

Pertama kali lihat hasil lab, yang pertama kali diucapkan sang dokter adalah, “Ini gak salah, Bu?” Sambil nunjuk ke nilai trigliserida.

“Iya, Dok. Itu nilainya. Hasil ulangan.” Jawab saya sambil meringis. Lihat wajahnya yang mendadak serius, saya tahu, beliau sedang berfikir keras. Gimana gak mikir keras, semua nilai di situ, diberi bintang. Tandanya bahwa nilai yang tertera di atas batas normal.

“Kalau begitu saya beri obat ya. Diet juga. Diet tepung, minyak dan gula. Dua minggu lagi cek darah ya.” Ujar sang dokter.

Saya manut. Karena ingin sehat. Meskipun saya juga bingung, nilai trigliserida kok bisa ya segitu. Makan apa saya tuh. Seingat saya tidak ada makanan yang “aneh” yang dikonsumsi.

Trigliserida menurut halodoc.com adalah salah satu jenis lemak yang mengalir di dalam darah manusia yang berfungsi untuk menyimpan kalori dan menyediakan energi untuk tubuh. Trigliserida dihasilkan tubuh dari sumber energi lainnya yaitu karbohidrat dan dari pencernaan lemak lainnya.

Saya diberi resep obat lypanthyl 300 micronised. Obat ini diminum sehari sekali satu tablet. Dikonsumsi sesudah makan malam. Ada empat belas butir tablet yang harus saya habiskan dalam waktu dua minggu. Ternyata obat ini obat paten. Harganya mahal dan sulit sekali mendapatkannya.

Alhamdulillah, dua minggu kemudian saya kontrol. Setelah di cek darah di laboratorium yang sama. Trigliseridanya menurun. Meskipun menurun, sang internist masih meresepkan saya obat trigliserida. Kali ini obat golongan generik. Fenofibrate tigaratus miligram namanya. Dikonsumsi selang sehari, setelah makan malam. Dan diberi delapan butir. Yang artinya setelah obatnya habis, saya kontrol lagi dua minggu ke depan.

Dua minggu kedua saya kontrol, alhamdulillah, trigliserida menurun lagi. Obatnya masih sama, fenofibrate. Tapi diminum hanya seminggu dua kali dan sebulan kemudian saya kontrol. Saya bersujud syukur ke hadirat Allah SWT. Saya masih diberi sehat, walaupun dengan bantuan obat.

Akhirnya setelah sebulan kemudian, saya cek trigliserida lagi, nilainya normal, enampuluh sembilan. Dokternya senang, apalagi pasiennya, bahagia. Beliau meresepkan fenofibrate yang dikonsumsi seminggu sekali selama dua bulan. Alhamdulillah bini’matihi tatimush shalihat.

Wawang Yulibrata