Topi genit

Topi ini sering banget menemani saya berjalan kaki. Kepunyaan anak saya yang saya pinjam buat melindungi wajah dari sorotan sinar matahari. Berwarna merah muda dengan boneka beruang di atasnya. Bagian kepalanya terbuka. Sengaja milih topi seperti ini agar keringat tidak membuat basah jilbab di bagian kepala.

Suatu waktu, saya jalan kaki dari warung tetangga lanjut ke pusat perbelanjaan. Di salah satu pusat perbelanjaan dekat rumah, saya diperhatikan oleh anak kecil. Wajah anak kecil yang tidak memakai masker itu, terlihat seperti heran. Wajahnya seperti ingin berkata “Kok ada orang dewasa pakai topi seperti ini hihi.” Tatapan anak kecil itu tidak lepas selama saya memilih cemilan di rak snack. Saya berada di sampingnya jadi tahu kalau dia sedang memperhatikan saya. Lalu anak kecil itu dihampiri oleh ibunya, diajak pergi. Eh anak kecilnya berujar, “Tante pakai topi genit.” Sambil tangannya nunjuk ke arah saya. Saya tertawa mendengarnya. Sang ibu yang tidak kelihatan wajahnya karena tertutup masker, buru-buru minta maaf. Saya bilang tidak apa-apa. Lalu mereka beranjak pergi.

Sambil berjalan menuju rumah saya berfikir, tepatnya melamun. Memangnya aneh banget kali ya, kalau saya pakai topi ini. Apa wajah saya ketuaan buat memakai topi seperti ini. Saya memang jarang memperhatikan penampilan agar matching atau senada. Buat saya, selama itu menutup aurat dan nyaman dipakai, ya saya pakai. Yang penting fungsinya hehe.

Pernah saya jalan kaki pas matahari sudah terik, terasa panas kena wajah. Padahal sudah pakai pelembab dan sunscreen. Tapi lupa tidak pakai topi. Alhasil wajah sedikit merah terkena sinar matahari langsung. Belajar dari pengalaman ini, akhirnya cari-cari topi. Di rumah ada topi berwarna hitam milik anak laki-laki saya. Topinya full menutup bagian kepala. Awalnya nyaman dipakai. Wajah terlindungi. Tapi lama kelamaan, kalau berkeringat, bikin jilbab basah, karena tertutup oleh topi. Pas ganti topi dengan topi yang warna merah muda, cocok. Topi yang dibagian kepalanya terbuka, tidak bikin jilbab basah oleh keringat. Sejak saat itu, dia jadi teman sejati menemani saya berolahraga jalan kaki.

Wawang Yulibrata