nubar-dewi

Tips menulis dari seorang blogger dan pj buku

Tips Menulis-Tidak hanya bermanfaat bagi para penulis, tapi juga bagi para pemula yang ingin terjun ke dunia literasi. Apalagi di zaman digital saat ini, tulisan sangat berperan penting dalam berkarya bahkan untuk strategi marketing.

Kira-kira apa saja Tips Menulis versi Dewi sebagai blogger dan juga PJ buku antologi Rumedia?

Awalnya Dewi penikmat dunia menggambar. Sejak kecil Dewi suka sekali komik. Terutama komik jepang, lalu berlanjut pada novel Jepang, film anime Jepang, dan untungnya Dewi bukan Wibu sih!

nubar-dewi

Apa itu Wibu? Baca saja di sini. Wibu-kah dirimu?

Nah, kembali pada tips berdasarkan pengalaman Dewi yang sudah berkecimpung di dunia blogging dari tahun 2014 mulai dari blog gratisan dari wordpress, lalu sahabatblogger.com berlanjut pada dewiadikara.com lalu rumahmediagroup.com lalu nubarnulisbareng.com dan juga web binaan curhatanaksekarang.com.

Selain menulis kebaikan di dunia blogging, Dewi pun meramaikan tulisan di buku antologi, mulai dari penerbit suatu komunitas populer di facebook hingga sekarang setia bersama Nubar dari Rumedia.

Sudah siap sahabat dengan Tips yang akan Dewi luncurkan?

Simak yuk, jangan berkedip ya, hihihi….

Tips menulis ala Dewi Adikara:

  1. Sebagai penulis, kita wajib rajin membaca. Dengan membaca kita bisa menambah referensi dan juga kosakata kita.
  2. Belajar menulis mulai dari hal yang kecil dan berada di sekitar kita. Saat ini media sosial sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Caption dari media sosial menjadi wadah kita untuk berlatih menulis dan membuat branding diri bahwa diri kita penulis.
  3. Setelah memperbanyak referensi, coba kita mulai menulis dari apa yang ada di sekitar kita. Menulis dengan pengetahuan yang kita miliki.
  4. Membawa buku sakti. Eits, kalau yang satu ini bukan buku sakti milik kerasakti ya, hihi … Buku sakti maksudnya di sini adalah KBBI dan PUEBI. Web yang wajib Dewi bookmarkin tuh KBBI daring. Sangat membantu sekali untuk memulai menulis dengan kata yang tepat.
  5. Siapa yang sering merasa tidak punya waktu untuk menulis? atau merasa bahwa dunia nyata menyita waktu untuk kita sekadar duduk dan menulis? Menulis itu diciptakan. Menulis itu kegiatan yang perlu kita siapkan dengan waktu tersendiri. Tentu dengan kondisi yang nyaman. Kondisi yang nyaman bagi Dewi adalah selepas subuh atau setelah salat sepertiga malam.
  6. Saat kita menyadari bahwa kita membutuhkan waktu khusus, lalu kita ciptakan kebiasaan untuk melakukan aktivitas menulis, yaitu Konsisten.
  7. Jika semangatmu sedang luntur, ikutlah challenge menulis. Di saat kita berada dalam kebersamaan challenge biasanya kita lebih terpacu untuk terus produktif berkarya.

Rasanya tujuh dulu ya yang Dewi sebutkan, lain waktu kita bahas lagi seputar menulis. Bagaimana sih menulis bisa menjadi suatu kebutuhan?

Sampai jumpa lagi di tulisan Dewi berikutnya.

Salam,

Dewi Adikara.