This is One Step to Reach My Dream

This is One Step to Reach My Dream

Menjadi penulis adalah impian masa kecil saya. Kenapa? Karena dulu saya suka sekali membaca majalah Annida, majalah Ummi, dan beberapa majalah lain. Tak hanya di majalah, saya penikmat tulisan yang dihidangkan oleh para penulis dalam buku-buku novel. Saya rela ga jajan berhari-hari demi bisa membeli novel yang diinginkan.

Berawal dari kekaguman itulah, selepas kuliah saya mencari kelas-kelas menulis online. Saya pilih kelas online karena tidak bisa meninggalkan pekerjaan eh belum dapat izin. Dulu pernah izin mau lanjut kuliah juga belum diizinkan karena pekerjaan saya masih butuh fokus tingkat tinggi.

Tujuan awal untuk mengobati rasa kecewa karena belum bisa lanjut kuliah, jadi saya serius dengan beberapa kelas online. Walaupun banyak kelas yang saya ikuti, tapi semua hampir sebatas teori. Belum bisa menggerakkan hati untuk menulis dan menghasilkan karya yanh serius.

Titik awal saya menulis adalah sejak kehilangan si “Little Warrior“, Yahya si pejuang tangguh. Janji pernah terucapkan untuk menuliskan kisah hidupnya agar sesuai dengan harapan saat kami menyematkan nama, “tetap hidup dalam hati kami walaupun fisik sudah tak berwujud”.

Inilah karya pertama saya, tulisan tentang jejak memoar almarhum. Namun, kalau dibaca ulang rasanya suka pengen ketawa sendiri, masih banyak typo dan banyak kalimat yang masih harus diperbaiki.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya buku itu sampai juga di tangan. Karya kedua lahir setelah saya ikut seminar kepenulisan online di salah satu grup whatsapp. Tulisan saya berupa cerita pendek based on true story dari kejadian yang saya alami, namun dibumbui dengan sedikit fiksi. Jangan bayangkan saya cerita tentang pacar saya ya 😁! Eh tapi memang saya cerita tentang move on dari “si dia” sih. Alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya buku itu sampai juga di tangan.

Karya berikutnya mulai bermunculan saat saya mengenal Mba Rhea dan penerbit Rumah Media. Kesan pertama yang begitu baik membuat saya lagi dan lagi ikutan menulis bareng teman-teman yang lain.

Buku yang pertama sampai berjudul “Kepompong Yang Menjadi Kupu”. Aslinya ini tulisan yang kedua namun karena beda area jadi yang dicetak duluan malah buku ini.

Buku kedua adalah “My Inspiration Idol”. Saya menuliskan kembali kisah almarhum dengan berjuta emosi. Ternyata, maa syaa Allah, saya mendapatkan reward tak terduga. Naskah saya dipilih sebagai naskah terbaik dan mendapatkan piala. Malu sebenarnya karena tulisan saya masih acakadul, tapi rezeki ga boleh ditolak ya! 😂

Buku berikutnya berjudul “My First Love” sukses membuat saya diledekin para santriwati. Alhamdulillah buku itu sudah dibaca bergantian oleh hampir semua santriwati. Testimoni dari mereka, “kisahnya unik sama kalimatnya enak dibaca”. Maa syaa Allah, terima kasih bapak/ibu editor yang sudah memoles cerita saya menjadi enak dibaca.

Selanjutnya tiga buku langsung saya terima. Karena waktu event yang berdekatan sehingga bisa cetak bareng. Buku yang berjudul “Aku Bukan Srikandi” dan “Jangan Menyerah” berisi kisah-kisah sarat motivasi. Berharap pembaca bisa mengambil hikmahnya agar mereka terus berjuang walaupun dengan berbagai kekurangan yang dimiliki.

Buku terakhir adalah yang paling spesial. Buku ini adalah karya pertama yang saya pije-in. Maksudnya saya pertama kali menjadi penanggung jawab event ini. Enak lho kalau jadi PJ ternyata, selain nama kita yang tercantum di Perpusnas (cek ISBN) juga mendapatkan fee, walaupun memang bukan itu sih tujuan utamanya. Hanya ada sedikit salah cetak di bagian footer-nya, harusnya tertulis judul buku dan nama saya tapi yang tertulis judul event dan penulis sebelumnya. Tapi saya tidak terlalu mempermasalahkan yang penting isinya tetap oke.

Setelah ini, masih ada beberapa buku lagi yang masih dalam proses. Mohon doa semoga lancar semuanya hingga sampai ke tangan saya. Ada yang sudah jadi covernya seperti “Mama Sersan” dan “Tak Selamanya Kambing Hitam Berwarna Hitam”. Ada juga yang masih antri proses lainnya (lay out, pengajuan ISBN, dan lain-lain).

Semangat untuk terus berkarya. Berawal dari tulisan di buku antologi menuju buku solo yang best seller!

rumahmediagrup/wina_elfayyadh