The Power of Ketawa

The Power of Ketawa

Beberapa waktu lalu, di televisi, ada tayangan tentang aktivitas beberapa orang yang berkumpul di satu komunitas. Yang mereka lakukan adalah tertawa bersama-sama. Tak perlu ada sebab, jika mereka tak memiliki kenangan yang membuat ketawa. Yang penting tertawa.

Senam tertawa. Begitulah menurut keterangan reporternya. Tertawa agar mendatangkan kesehatan bagi si pelakunya. Aktivitas murah meriah tetapi sangat bermanfaat bagi tubuh.

Apa saja manfaat tertawa itu?

Aktivitas tertawa mampu membantu meningkatkan mood baik, sebab tubuh mengeluarkan hormon Endorphine yang bermanfaat untuk membuat kita menjadi lebih rileks. Meski kita baru mengalami hal memalukan, bodoh atau konyol, menyikapi itu semua dengan tertawa nyatanya mampu meredakan bad mood yang bisa datang tiba-tiba.

Bisa meredakan bad mood? Lebih dari itu sebetulnya. Tertawa mampu menurunkan tingkat stres yang datang menghampiri. Bila stres berkurang maka kadar depresi juga ikut menurun. Hati kita menjadi lebih ringan dan santai sebab hormon pemicu ketegangan seperti Adrenalin kadarnya menurun tajam. Cobain, deh.

Tertawa mampu merangsang masuknya oksigen lebih banyak lagi ke dalam pembuluh darah. Pembuluh darah yang sehat tentunya adalah yang mengandung banyak oksigen. Darah yang sehat akan menyokong pembentukan daya tahan tubuh yang baik juga. Tubuh menjadi lebih kebal dari serangan penyakit.

Pembuluh darah yang sehat bisa menghindarkan jantung dari gangguan, sehingga menurunkan risiko terkena serangan jantung. Bagaimana? Tak perlu biaya mahal untuk merawat jantung kita, bukan?

Kabar baik bagi penderita insomnia. Tertawa sebelum tidur mampu membuat kita lebih mudah untuk tidur dan tidurnya akan lebih nyenyak. Maka disarankan agar sebelum waktunya tidur, bercanda ringan dengan orang-orang terdekat, membaca tulisan lucu, atau menonton acara komedi.

Dalam ilmu jiwa, jika menghadapi hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup kita hendaknya diterima dengan lapang dada. Jangan dibikin stres apalagi sampai dipikirkan hingga berlarut-larut. Jadi sebelum berpikir untuk melampiaskan kekecewaan dengan marah-marah, lebih baik pikirkan sesuatu yang menyenangkan.

Jika kita teringat pada hal-hal menyenangkan, tentunya akan menghadirkan senyum, bukan? Nah teruslah memikirkan hal-hal menyenangkan, seru ataupun konyol. Ikuti saja keinginan pikiran untuk tertawa. Bila berhasil tertawa, maka artinya kita memiliki pengendalian emosi yang hebat. Hal ini sangat baik bagi kesehatan jiwa kita.

So, are you ready to laugh?

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah

Referensi : www.alodokter.com