The Jungkir Balik Moment

The Jungkir Balik Moment

MasyaAllah … alhamdulillah … buku antologi keduaku The Jungkir Balik Moment, setelah antologi yang pertama Episode Menertawakan Drama, berisi karya tulisanku dan seluruh kontributor yang terlibat menulis di dalamnya, akhirnya sampai di pelukan.

Terimakasih founder Penerbit Rumedia Pak Ilham Alfafa, MA yang super baik Mbak Emmy Herlina, PJ yang super keren Mbak Melani Pimpom Pryta Dewi.

Sebenarnya buku ini tiba di rumahku pada tanggal cantik, yaitu tanggal sebelas, bulan sebelas di tahun 2019. Tetapi karena aku sedang menghadapi momen jungkir balik menghadapi fase PMS-ku, jadi aku tunda dulu sampai aku merasa benar-benar tenang dan menang.

Ya, MENANG!

Alhamdulillah aku menang mengendalikan ledakan emosi dari kolaborasi depresi dan bipolarku. Saat harus menghadapi momen Tyaga sakit demam dan muntah, dilanjutkan Jehan juga sakit yang sama. Secara berturut-turut selama dua kali akhir pekan.

Kemudian dilanjutkan suami juga sakit dan aku mendengar kabar ibuku sedang sakit serta dibawa ke rumah adikku di Bogor. Karena kondisi mama yang butuh berobat intensif akibat ada geser di tulang lengan dan tulang belakangnya. Aku bingung menata hati, pikiran dan perasaan. Di sini keluarga kecilku yang sakit, disana mamaku yang sakit.

Ditutup dengan siklus menstruasiku. Lengkap sudah selama dua mingggu penuh, perjuangan seorang penyintas depresi dan bipolar yang rawan terpicu jadi mengamuki siapa dan apa saja.

Sangat tak mudah bagiku. Tetapi atas seizin Allah aku menang. Aku terharu bisa melewati ini semua. Kami sekeluarga tetap akur tanpa ada ledakan bahkan letupan emosi yang berarti. Damai dan tentram. MasyaAllah … menjadikan aku lega dan bersyukur alhamdulillah atas semua keadaan. Tidak lagi seperti bulan-bulan lalu. Kami masih tantrum sekeluarga akibat aku yang belum kuat mental menghadapi terjangan gelombang emosi.

Tapi kali ini, benar-benar menjadikanku bangga bahwa aku telah berhasil melawan setiap fase jungkir balik momen seperti yang juga di ceritakan dalam buku ini. Naskahku berisi cerita tentang fase tantrum anak dan hubungan jarak jauh dalam pernikahan, pernah membuat aku bermetamorfosis menjadi ibu pemarah.

Aku pernah terseok-seok hampir tiga tahun lamanya. Sampai akhirnya sekarang aku bisa menjadi ibu yang tenang menghadapi satu per satu badai hidup yang menerjang.

Atas seizin-Nya, lagi-lagi ilmu mindfulness parenting oleh Allah dijadikan alat untuk menolongku guna menghadapi monster dalam diriku sendiri.

Sujud syukur alhamdulillah, progress depresi dan bipolarku semakin membaik di fase PMS. Mbak Dewi, jika nanti rencana dibuat batch 2, buku The Jungkir Balik Moment ini, aku mau menuliskan kisah PMS-ku yang membuatku jungkir balik tiada terkira.

Semoga buku ini bisa bermanfaat untuk banyak ibu. Silakan yang mau ikut PO bisa wapri di wa.me/6285217300183. Terimakasih.

rumahmediagroup/ribkaimari