Tetap Disini (4)

Hidup adalah pilihan mana yang akan dipilih ” Fujurohaa wa taqwahaa“, Jalan kebaikan kah atau jalan kesesatan, menikah atau hidup sendiri, jujur atau korupsi semua ada pada pilihan kita.

Demikianpun dalam memilih teman, apakah teman yang akan mendatangkan kebaikan atau teman justru memberikan dampak buruk pada kehidupan kita, mewarnai atau terwarnai.

Ini tentang dia, setelah berpisah untuk sekian lama agar bisa melanjutkan pendidikan, setamat SMA dia kembali berkumpul lagi bersama kami, alhamdulillah adikku bisa langsung bekerja sambil  kuliah.

Kedudukan di kantornya lumayan bagus karena memiliki prestasi yang baik, sehingga ia mendapatkan posisi baik di kantornya, dan ini semua membuat ayah dan ibuku cukup berlega hati, karena paling tidak dia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Kami yang terlahir dan dibesarkan dalam keluarga yang sederhana, sehingga apa yang menjadi isi rumah kamipun juga sederhana, dan mulai berubah ketika adikku sudah bekerja, satu persatu alat elektronik di rumah kami dan perabotan yang lainnya secara perlahan berubah mulai mengikuti mode saat itu.

Di bandingkan dengan aku maka adikku lebih baik karier nya, alhamdulillah akupun ikut senang melihatnya, aku mencoba untuk berbagi ketika dia melengkapi perabot rumah maka aku harus menghidupi dapur kami.

Bedanya ketika aku harus pandai-pandai mengatur  keuanganku agar ongkos dan makan siangku di kantor tidak terganggu. Kalau adikku maka dia akan dengan mudahnya mentraktir teman-temannya.

Kabar tidak mengenakkan sampai juga padaku ketika aku dan suami berkesempatan untuk pulang ke Jakarta, kabar bahwa adikku menggunakan uang perusahaan, dan ancamannya adalah penjara.

Aku ga akan pernah rela adik perempuanku satu-satunya harus masuk penjara dan dia masih gadis, ini menjadi kegundahan kami sekeluarga. Beruntung pihak perusahaan mau berdamai dan setelah di hitung,  rupanya uang yang di pakai adikku tidak sebesar yang disangkakan.

Saat di timpa masalah ini, ada orang yang membantu adikku untuk menyelesaikan masalahnya keuangan di kantornya, dan akhirnya menjadi suami adikku. Akan ada kisah hidup yang mewarnai kehidupan adikku

Ada sebagian dari kita  yang mudah terlenakan oleh gaya hidup, alpa dengan asal usul dan tujuan, berbelok arah dari yang seharusnya  menjadi tujuan perjalanan, pengalaman hidup akan mengayakan dan menguatkan kita, bila kita tetap dekap erat Sang Pemilik Kehidupan.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi