Tetap Disini (11)

Setelah mendapatkan izin dari ibuku akhirnya Iskandar boleh mengajakku pergi bersama beberapa teman yang menjemputku dirumah, dan aku ingat sekali kala itu hari sabtu di malam  minggu

Iskandar bukan teman dilingkungan rumahku, kami berkenalan ketika ada sparing partner volley karang taruna rumahku, saat itu rumahku kebagian jatah sebagaiĀ  tempat untuk berganti kostum/ganti seragam.

Dari SMP memang aku sudah senang olahvraga volley dan masuk pada salah satu club volley di dekat rumahku, dan saat itu club volley Iskandar mengajak sparing partner bersama anak karang taruna di lingkungan rumahku.

Setelah mengadakan pertandingan volley saat itu  Iskandar jadi sering main kerumah, tapi kadang ia datang hanya bertemu dengan ibuku saja, karena aku masih kerja. Iskandar bekerja di sebuah Hotel di Jakarta.

Sebelum aku pergi bersama Iskandar dan temannya, aku tanya dulu siapa saja yang akan pergi, dan aku setuju kalau memang kami pergi karena kami pergi bersama teman yang lain, ada Ani, Santi, Lili dan Heru pacarnya Lili.

Saat pamit ketika di tanya oleh ibuku Iskandar mengatakan akan ke daerah Rawamangun ke rumah teman, kami akan kumpul-kumpul disana, dan tidak akan pulang sampai larut. “Hati-hati ya….” pesan ibu saat melepasku.

Akhirnya berangkatlah kami, sebelum sampai di tujuan Ani dan Santi turun duluan, mau ada perlu duluan sebentar nanti nyusul gabung. Waduh… aku mulai tidak nyaman karena kami tinggal dua pasang, aku hanya berpesan pada Ani dan Santi agar jangan lama-lama dan segera nyusul.

Ketika sampai ditempat tujuan yang katanya rumah Omnya Lili, anehnya rumah ini kelihatan sepi dan seperti tidak ada yang menempati, aku langsung bertanya “Kok rumahnya gelap?”, “Iya om ku dan keluarganya lagi di Bandung”.

Sejak Ani dan Santi turun di jalan tadi aku sudah punya firasat ga enak, akhirnya kami masuk dan aku tanya “Terus yang lain mana?”, “Bentar lagi juga pada datang” kata Lili. Karena sebelumnya mereka bilang kalau nanti ada teman lain yang akan bersama. Aku masuk rumah itu dengan perasaan macam-macam. Dan Heru menimpali dengan senyumnya “Tenang aja… ntar juga pada datang”.

Aku masuk kerumah ini, rumah didaerah Rawamangun, yang menjadi cerita dan pengalaman penting dalam hidupku, yang saat ini di dengarkan oleh kedua gadisku, yang harus mereka ketahui agar lebih berhati – hati dalam berteman.

Setelah mempersilahkan masuk Lili memperlihatkan ruangan yang ada di rumah itu, “Terserah kamu mau duduk dimana ya …, yang enak aja” katanya. Dalam hati aku berkata, “sepertinya tidak ada yang akan datang lagi, kami menjadi 2 dua pasang laki-laki dan perempuan yang ada di rumah ini.”

Aku merasa ada yang tidak beres dengan keadaan ini, apakah mereka memang sudah kerjasama untuk membohonginku?, karena Iskandar sudah sering berusaha mengajakku pergi dan aku selalu menolak bila hanya pergi berdua saja. Ya Allah lindungi aku.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi

Sumber Gambar : Cuplik dari whatapps.