TESTIMONI LEVEL 2 dan DEKLARASI LEVEL 3

TESTIMONI LEVEL 2 dan DEKLARASI LEVEL 3

Alhamdulillah, puji syukur tak terhingga kepada Allah SWT, karena atas izinnya saya masih bisa berdiri tegak dalam challenge RNB Batch 3 level 1 dan 2 hingga ujung waktu.

Awalnya saya tertantang karena challenge sebelumnya gagal karena tidak berhasil memenej waktu, tepatnya saat mau tahun ajaran baru. Sedang hectic sekali.

Kegagalan tersebut mencambuk diri saya untuk lebih baik dan lebih baik terus. Jika dulu saya tidak konsisten, menulis kapan saja saya mau, sesempatnya karena tumpukan pekerjaan yang menggunung. Ketidak konsistenan itu menjadi bumerang sendiri. Saya keteteran dan akhirnya mundur alon-alon di tengah perjalanan.

Berkaca dari situ, saya menetapkan waktu khusus untuk menulis. Pinjam kalimat salah satu pemateri di kelas menulis online, “Luangkanlah menulis, jangan hanya menulis di waktu luang.”

Oh iya, sebelum memasuki level 3, saya ikut pemanasan dulu dengan mengikuti challenge 30 hari menulis tanpa henti dan menulisnya di caption instagram. Alhamdulillah hari ini terakhir nge-post dan yeay … saya ternyata bisa melewatinya dengan baik. Artinya, saat saya menetapkan salah satu waktu untuk menulis, efeknya juga terasa sekali. Ide juga mengalir deras. Ada saja yang ingin dituliskan bahkan bisa ikutan menangis dengan imajinasi yang saya tulis.

Challenge di RNB seru banget, selain melatih konsisten menulis, kejutan buka tutup portal yang membuat deg-degan. Pernah ikan saya gosong gara-gara ditinggal ngintipin HP terus, hahaha. Pokoknya salut dengan Cikgu Zara yang masih konsisten mendapatkan nomor antrian 1. You are great!

Selain itu, kita bisa bersahabat dan bersaudara dengan sesama peserta. Mereka sudah seperti keluarga, jika ada yang sedang down bisa saling menguatkan. Saling berkunjung, like dan komenĀ  masing-masing tulisan. Walaupun awalnya mungkin karena kewajiban tapi lama-lama kalau belum komen rasanya ada yang kurang.

Yah, walaupun saya tidak bisa nongkrongin dan mampir satu per satu setiap saat karena beban amanah di darat yang banyak sehingga saya mampir dan komen semampu saya. Namun, saya usahakan walaupun tidak sempat mengomentari tulisan teman-teman, miniminal jempol saya menari dan mengklik gambar dirinya yang nangkring di tulisan teman-teman.

Kalau membaca tulisan peserta yang lain, kadang minder juga, tulisan receh saya belum apa-apa jika dibandingkan dengan yang lain. Tapi berusaha “ndablek”, cuek saja, jangan terpengaruh, yang penting saya tetap menulis. Ingat satu kalimat, ” Pada akhirnya tulisan kita akan menemukan pembacanya.” Jadi jangan khawatir karya kita tidak akan dibaca ya, terus saja menulis.

Kalau kita mau jadi penulis, caranya gampang kok, menulis, menulis, dan menulis. Jangan lupa membaca  karena menulis dan membaca adalah pasangan sempurna. Terus belajar di dunia kepenulisan adalah hal yang sangat saya sarankan agar kualitas tulisan kita menjadi ciamik. Yang penting, luruskan niat jangan menulis untuk mencari materi finansial, ketenaran, keliling kota/dunia untuk bedah buku, dan lain-lain. Menulislah dari hati dan niatkan berbagi secuil ilmu yang kita miliki.

So, saya Elis Tuti Winaningsih, peserta RNB Batch 3 dengan nomor RNB.016.JABAR berikrar ingin mengalahkan kemalasan, kemageran diri sendiri sehingga memenuhi target bisa menaklukan challenge di level 3 yang pasti lebih seru dan lebih banyak kejutan dari level sebelumya. Bismillah, saya menikmati semua fase di dalamnya.

Gunung Sindur, 30 November 2020
_Wina Elfayyadh_

#NuBar
#NulisBareng
#TestimoniLevel2DeklarasiLevel3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup