Terus Belajar Hal Baru

Sejak lahir semua orang di dunia ini pasti belajar. Bayangkan sejak bayi lahir, mulai belajar menyesuaikan diri dengan dunia baru. Belajar mengenal dirinya sendiri dan orang tuanya. Belajar makan dari minum susu, makan bubur dan selanjutnya.

Bayi sekarang luar biasa, seperti cucu keponakanku usia satu tahun sudah bisa berjalan. Setelah belajar berjalan, yang pastinya ada masa terjatuh duluan. Baru bisa berlari. Usia 3 tahun sudah mulai sekolah play grup.

Demikian seterusnya belajar terus ke tingkat lebih tinggi TK (Taman Kanak-Kanak), SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMU (Sekolah Menengah Umum) sampai Perguruan Tinggi. Bahkan ada yang sampai Profesor. Dengan terus belajar, selain menambah pengetahuan, juga menambah teman baru.

Aku sendiri dalam usia tidak muda lagi, 2 tahun mendatang sudah memasuki usia 50 tahun masih terus belajar. Belajar hal baru membuatku tetap merasa muda dan semangat muda. Setelah sembuh dari sakit Lupus (kelainan darah yang menyerang sel tubuh sendiri) pada tahun 2011 dengan cara meditasi, aku merasa terpanggil untuk menolong orang yang sakit Lupus.

Awalnya menulis tanpa tahu ilmunya, karena terlalu bersemangat berbagi bagaimana bisa sembuh dari sakit Lupus. Sampai aku mencoba wordpress yang waktu itu buta sama sekali, tidak tahu bagaimana caranya. Puji Tuhan kekuatan pikiran positif membuatku lebih memahami dan akhirnya terpakai juga web ini.

Selain belajar meditasi, pada tahun 2016 aku belajar Mindfulness Parenting. Dari situlah aku mengenal banyak teman, ada penulis ada juga psikolog. Tercapai juga cita-citaku sejak kecil ingin menulis buku, walaupun masih berupa buku antologi (nulis bareng).

Semakin terlaksana keinginanku untuk menolong penderita lupus dengan belajar ilmu kejiwaan. Dalam menolong orang apalagi berkaitan dengan kesehatan, tidak mungkin asal menolong tanpa belajar. Selain pengalaman, teori-teori kejiwaan yang aku dapat dari para psikolog dan psikiater membuatku semakin mantap dalam menolong mereka.

Dari pengalamanku sendiri kebanyakan penyakit disebabkan oleh stres. Maka dari itu perlu membenahi jiwa kita dalam menghadapi persoalan yang semakin sulit. Sekarang aku mulai belajar bermain piano sebagai bonus buat santapan jiwaku sendiri.

Setiap manusia juga perlu recharging energy. Apapun pekerjaannya, pasti pernah mengalami stres. Dengan semakin mengenal diri kita sendiri, kita bisa belajar dari pengalaman, sehingga lebih peka dalam mengolah emosi.

Dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Belajar tidak mengenal usia. Puji Tuhan setelah aku membenahi diri, semakin belajar banyak hal baru tanpa direncanakan sebelumnya. Itulah yang menjadi mindset dalam hidupku.

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Tetaplah Terus Semangat Belajar Hal Baru! Selamat berjuang buat para pembaca.

Wenny Kartika Sari