Tertanam dan Membekas Dalam Benakku

Aku terbangun karena mendengar suara jeritan ibuku, saat aku tidur ibuku sedang menyetrika baju kami. Apa yang terjadi?, aku segera bergegas berjalan kebelakang rumah, aku melihat kakak laki-lakiku sedang membawa tumpukan baju yang baru saja selesai di setrika ibuku.

“Sudah Ri… Apa yang Heri lakukan, ya Allah, teganya itu baru ibu setrika”, aku bingung mendengar ibuku berteriak dan melihat kakakku membawa tumpukan baju setrikaan itu. Pandangaku mengikuti langkah kaki kakakku.

Ya Allah…, tumpukan setrikaan itu di ceburkan kakakku di empang kecil belakang rumah kami. Aku spontan memanggil kakakku ” kakak…. Jangan kak…!.” aku berlari mendekati empang kecil itu didahului oleh langkah cepatnya ibuku. Diambilnya satu persatu baju yang ada dalam empang itu.

Kejadian itu terus melekat dalam benakku anak kelas 3 SD, yang melihat kejadian itu dan hatinya terus berkata jahatnya kakakku, karena saat itu belum terfikir olehku kalau kakakku telah durhaka pada ibuku.

Hingga kini aku dewasa aku terus mengingat kembali ketika ada kejadian yang tidak menyamankan kehidupan kakakku,  aku selalu berfikir karena kakakku sudah durhaka pada ibuku. Sedih sekali rasanya ketika baju yang setelah dicuci, kemudian di setrika dengan rapih lalu di ceburkan kedalam empang.

Sampai saat ini aku tak pernah sedikitpun di beritahu oleh ibuku apa penyebab kejadian itu. Wajahnya yang berubah-ubah sambil menangis saat kejadian itu terus teringat oleh ku kasihannya ibuku yang memiliki anak seperti kakakku.

Masa tua ibuku sampai ibuku menghembuskan nafas terakhirnya, ditemani oleh kakakku ini, apakah ini cara Allah dalam memaafkan durhakanya kakakku terhadap ibuku. Bersama dengan ibuku dalam kesehariannya.

Saat ibuku sudah tak sadarkan diri karena sakit yang dideritanya, dengan tegas aku katakan pada kakakku “minta maaf sama ibu…” Sambil aku berurai air mata, ku katakan “banyak banget dosa mas Heri pada ibu” hatiku berkata masih ingatkah kakakku dengan kelakuannya yang menyakiti hati ibu.

Semoga ibuku telah melupakan dan memaafkan semua dosa dan durhakanya mas Heri. Kasih ibu sepanjang masa, yang tak pernah lekang oleh waktu dan keadaan. Maafkan kami ibu anakmu yang sering durhaka padamu….

Nubarnulisbareng/Nurfahmi

Sumber Foto : Cuplik whatsapp