Terima Kasih, Salah Satu Ungkapan Cinta

Terdapat tiga kata sakti yang harus selalu kita terapkan dalam kehidupan. “Terima kasih, maaf, tolong” adalah kata-kata yang jika diucapkan mengandung arti menghargai orang lain. Terima kasih juga menyiratkan rasa syukur dan kasih sayang kita pada seseorang.

Berterima kasih pada ibu adalah sebuah hal yang perlu kita lakukan. Mengapa? Karena ibu adalah sosok penuh jasa dalam kehidupan kita. Terima kasih tidak hanya dalam ucapan, tetapi jauh lebih luas dari itu.

 Judul                                      :  16 Cara Mengatakan “Terima Kasih Bunda”

Penulis                                    :          

Asri Susila Ningrum # Lita Fuss # Jeni Januarti # Dina Tasnim # Mafaza Arina Al-haq # Wawang Yulibrata # Risma Yusnita Al-Rasyeed # Wenny DK # R Kumala Sari # Alin # Purnani Andre # Rina   # Ainun Nizam # Tiya # Linda Dwihapsari # Aida Khairunnisa#       

Blurb:

Mengapa kita harus mengucapkan terima kasih pada ibu? Sejatinya terima kasih adalah sebuah ungkapan syukur atas sesuatu. Maka, berterima kasih pada ibu adalah perwujudan rasa syukur dan sayang kita kepada beliau. Ibu yang telah melahirkan, menyusui, merawat, dan selalu hadir di kala kita suka maupun duka. Terima kasih karena telah menjadi sosok malaikat berhati lembut yang dikaruniakan oleh Sang Pencipta untuk kita.

Mengatakan “terima kasih, Bunda” tidak hanya melalui sebuah kata ‘terima kasih’. Namun, kita dapat menyampaikannya melalui berbagai cara. Ada 16 cara yang para penulis buku ini contohkan. Mungkin salah satu di antaranya bisa menjadi inspirasi. Jadi, sudahkah kalian mengucapkan terima kasih pada ibumu? Bagaimana caranya?

***

Enam belas penulis di dalam buku ini membagikan cara mereka mengutarakan rasa terima kasih pada ibunya. Ada beragam cara yang dapat menginspirasi para pembacanya

“Menjaga kesehatan mama adalah sebuah caraku menyayanginya.”—Asri Susila Ningrum

aku berjanji akan selalu menjaga kesehatan mama. Aku akan memilah-memilih masalah yang bisa disampaikan ke mama, serta menjaga pikiran dan hatinya agar selalu bahagia. Lebih baik aku menahan air mata sendiri, dibanding meneteskan kembali air mata mama lalu membuatnya sakit. (Menjaga Kesehatan Mama dengan Menjaga Kesehatannya, oleh: Asri Susila Ningrum).

“Jika di antara kita ada ibunya yang sudah tiada, maka berusaha menjadi anak yang saleh-shalihah adalah hal terakhir yang bisa kita lakukan.”

—Mafaza Arina Al-haq

Bagi yang masih memiliki seorang ibu, jangan pernah mengabaikan kehadiran beliau di sisi kita. Meskipun ibu tidak pernah menuntut ucapan terima kasih atau perhatian dari kita.

Kita tahu, hari ini dunia lagi tergila-gila dengan android dan teman-temannya. Android sebagai alat komunikasi harusnya bisa mendekatkkan yang jauh, justru saat ini kebalikannya semakin menjauhkan yang dekat yang berada disekitar kita. Anak-anak lebih suka curhat di sosial media dari pada bersama ibu-ibu mereka. Ibu menjelma sebagai sosok penunggu rumah. Astagfirullah. Kemudian, apa yang harus kita lakukan agar tidak menyesal dikemudian hari? Sebagai sedikit wujud terima kasih dan cinta kita, ada hal-hal kecil yang bisa dilakukan. (Pemilik Pintu Satu Surga, oleh: Mafaza Arina Al-haq)

Satu tips ketika membaca buku ini, siapkan tisu. Karena isi buku ini mengandung bawang alias membuat kita mengucurkan air mata. Dari keseluruhan naskah yang sangat menyentuh, akhirnya harus dipilih satu yang terbaik.

Terbaik dalam event 16 Cara Mengatakan “Terima Kasih, Bunda” adalah Mafaza Arina Al-haq (Pemilik Pintu Satu Surga)

Terbaik Event 16 Cara Mengatakan “Terima Kasih, Bunda”

Selamat kepada penulis terbaik. Semoga semakin bersemangat menginspirasi dan membagikan.

Mari sayangi ibu kita selagi masih bisa