TENTANG LUKA DAN PELAJARAN BERHARGA

Mestikah menaruh amarah pada batu yang telah membuat kita tersandung?

Bahkan saat kita memelihara sakit yang begitu lama hingga sembuh, namun kita masih membincangkan batu yang dia sendiri tidak menyadari bahwa posisi dia di tempat yang salah sudah membuat kesalahan dengan melukai orang yang melewatinya?

Hm …sang batu tetap bergeming di tempatnya.
Mungkin banyak juga yang tersandung karena takdir posisi batu yang selalu di sana.

Tapi barangkali banyak juga yang berhasil selamat saat bisa memahami posisi batu seperti apa dan harus bagaimana menghadapinya.

Jadi… Jika sudah fokus memulihkan luka, mari beralih melupa, meski memerlukan porsi waktu yang lebih lama. Jika tak bisa memindahkan posisi batu sang benda mati agar tidak melukai yang lainnya, mari doakan semoga ada tangan mulia atau tangan Tuhan langsung yang “membetulkannya”

Tetaplah berjalan di jalan yang sama dengan sedikit mengubah pandang untuk lebih berhati hati jika terpaksa harus melewati jalan itu lagi.

Sebuah pelajaran hendaknya bisa mendewasakan kita dalam mengambil sikap.

‘nNa040321

NubarNulisBareng/Lina Herlina