Tanpa Corona pun, Ibadah bisa di Rumah

Dokumen Pribadi

Pandemi Virus Corona -19 sampai detik ini masih mewabah hampir di penjuru dunia, termasuk Indonesia. Pelonggaran transportasi umum yang diumumkan oleh Kemenhub dan sempat membingungkan masyarakat karena kontradiksi dengan Permenhub No.25 yang melarang Bus AKAP mengangkut penumpang selama masa pandemi, tidak serta merta membuat masyarakat boleh berkeliaran di luar rumah. Semuanya tetap pada jalur protokoler. Masyarakat boleh melakukan perjalanan dengan kriteria tertentu sesuai Surat Edaran nomor 4 Tahun 2020, dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Karena Covid-19 belum mereda, berarti Sosial Distancing dan Physical Distancing tetap berlaku. Masyarakat tetap berada di rumah. Tetap melakukan segala aktivitas di rumah. Belajar di rumah. Bekerja pun di rumah, termasuk dalam hal beribadah.

Ibadah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perbuatan atau pernyataan bakti terhadap Allah SWT yang didasari okeh peraturan agama. Ibadah adalah inti dari tujuan diciptakannya makhluk.  Jin maupun manusia diciptakan hanya untuk  untuk beribadah kepada Allah.

Ibadah kepada Allah tidak hanya sebatas ibadah ritual seperti shalat dan puasa saja. Lebih dari itu, setiap aspek dalam kehidupan manusia adalah ibadah.

Konsep tersebut dapat diartikan bahwa mendirikan shalat bukan satu-satunya kegiatan ibadah dan tempatnya pun tidak mesti di kerjakan di mesjid jika tidak memungkinkan. Karena sesungguhnya Allah SWT tidak membebani hambanya melainkan sebatas kemampuannya

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ  

Artinya, “Apabila aku perintahkan kepada kalian mengerjakan suatu perkara, maka laksanakanlah semampu kalian,” (HR. al-Bukhari-Muslim).

Jenis ibadah ada 2:

1. Ibadah Mahdhah. Adalah serangkaian ritual ibadah dimana seorang hamba seakan terhubung langsung dengan Tuhannya sesuai syariat. Contoh ibadah Mahdhah adalah melakukan shalat, puasa, wudhu, tayammum, mandi hadats, adzan, membaca Al -Qur’an, i’tokaf, ibadah haji, umroh, tajhiz al-janazah, dsb.

Ibadah Mahdhah dapat dilakukan di manapun. Misalnya (1) Seorang pelaut jika berada di tengah lautan maka wajib baginya melaksanakan shalat 5 waktu di atas kapalnya, berwudhu/ tayammum, mandi hadats, adzan, tadarusan, dan ibadah lainnya semuanya bisa dilaksanakan di kapal. (2) Seorang yang sakit di rumah/rumah sakit dapat melaksanakan ibadah mahdhah di rumah/rumah sakit. Jadi, ibadah semuanya dapat dilakukan dimana saja, tidak harus di rumah. Kecuali ibadah haji dan umroh yang tempatnya harus di Masjidil Haram. Juga sholat bagi laki-laki tempatnya wajib di mesjid jika kondisi normal.

2. Ibadah Muamalah. Adalah ibadah yang dilakukan untuk menjaga hubungan sesama makhluk. Contohnya tidak menipu, tidak menyogok, tidak melakukan riba/bunga, memberikan senyuman dengan wajah berseri ketika bertemu orang lain, bertegur sapa, dsb.

Ibadah Muamalah ini pun tempatnya tidak harus di mesjid/di rumah. akan tetapi dapat dilakukan dimana saja. Asalkan sesuai syariat Islam.

Jadi himbauan Pemerintah untuk sejenak beribadah di rumah saja selama masa pandemi tidak harus menjadi perdebatan. Karena pada dasarnya tanpa Corona pun, beberapa jenis ibadah dapat dilakukan di mana saja termasuk di rumah.