Tanggung Jawab terhadap diri sendiri

Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri

Setiap makhluk hidup memiliki hak dan tanggung jawabnya sendiri. Tumbuhan yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan udara dan air, binatang-binatang bertanggung jawab terhadap keseimbangan ekosistem. Sedangkan manusia memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding makhluk lainnya.

Manusia memiliki tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain. Tanggung jawab pada anak, istri/suami, orang tua, pekerjaan, kedudukan, bahkan hartanya. Selain itu, manusia juga memiliki tanggung jawab terhadap seluruh anggota tubuh yang telah Tuhan titipkan.

Mata bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilihatnya. Telinga bertanggung jawab terhadap hal-hal yang telah didengarnya. Lidah akan mempertanggungjawabkan semua ucapannya.

Berbicara tentang lidah dan perkataan sebagai paket lengkapnya. Pernahkah sobat membayangkan apa yang telah dilakukan orang lain akibat dari ucapan kita?

Tidak semua orang senang dan mau menerima sebuah kritik, terutama jika bernada merisak. Bukan untuk membangun, melainkan hanya mencela dan merendahkan. Tanpa disadari, akibat dari ucapan kita tersebut membawa dampak besar terhadap kehidupan orang lain.

Orang yang kita risak merasa down. Berhari-hari ia mengurung diri di kamar. Menangis berhari-hari dalam sebuah penyesalan. Menyesal telah menjadi dirinya. Merasakan kemarahan yang meletup-letup. Hingga akhirnya mengambil jalan pintas untuk mengakhiri kehidupannya.

Sungguh suatu dosa yang tanpa disadari, terutama jika sampai apa yang kita lakukan telah merusak kehidupan orang lain. Sementara kita asyik dengan kehidupan sendiri. Sejatinya kita memiliki tanggung jawab terhadap diri. Sesuatu hal yang sering dilupakan dan disepelekan, padahal merupakan amanat dari Ilahi.

gambar: pixabay

Sungguh suatu dosa yang tanpa disadari, terutama jika sampai apa yang kita lakukan telah merusak kehidupan orang lain. Sejatinya kita memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri. Sesuatu hal yang sering dilupakan dan disepelekan.

Jangan sampai kesombongan menutup mata, telinga, dan hati. Namun, melepas lidah bebas tak terkendali.

Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya

(QS. Al-Mudatstsir: 38)

Nubar-Nulis Bareng/Asri Susila Ningrum