TAKUT HANTU

Gelap, tempat gelap atau remang adalah tempat yang paling aku takuti dulu. Ketika masih kecil sekitar usia SD lah. Jangankan berjalan sendiri dalam kegelapan. Jika sudah menjelang tidur menutup gorden kamar saja yang jaraknya hanya 5 langkah aku tak mau. Takut, Takut ada hantu. Padahal biasanya tidur bersama nenek. hehehe

Jika terpaksa harus keluar rumah tengah malam dalam keadaan gelap. Yang aku lakukan adalah menutup kedua sisi mata dengan sikut sampai tidak terlihat kanan dan kiri. Kebayang gak? Jadi, tangan dilingkarkan ke kepala bagian belakang dengan jari tangan kanan dan kiri saling bertautan di belakang kepala. Dengan begitu aku akan fokus menatap ke depan karena sisi kanan dan kiri terhalang sikut.

Jika harus duduk saat keadaan sepi atau dimalam hari. Punggung harus menempel ke dinding supaya aku bisa melihat sekitar ruangan. Jika punggung tidak ditempelkan ke dinding atau kursi. Selalu saja merasa ada yang membuntuti dari belakang, terbayang bagaimana jika tiba-tiba ada tiupan angin dibarengi bisikan aneh yang dihembuskan tepat dibelakang telinga. Hiii serreeeemm.

Suatu ketika disiang hari.

“Tin, tolong seduh susu ini dengan air hangat ya!” Nenek meminta tolong padaku menyeduh susu formula untuk sepupu yang masih bayi. Berhubung kondisi mamanya pernah sakit ketika lahiran dan kemudian bekerja diluar rumah akhirnya si adek bayi diberikan susu formula saja.

“Iya, baik.” Jawabku sambil membawa botol susu.

“Ayo, temenin aku, Neng.” Ajakku kepada Evi, ponakan yang masih seumuran denganku yang sama-sama penakut. Hihi

“Nggak mau ah, Bibi saja sendiri.” Dia menolak. Bibi, sebutan untuk tante dalam bahasa sunda

Dengan perasaan deg degan aku memberanikan diri ke dapur. Kondisi dapur yang kurang penerangan membuatku sedikit merinding. Padahal siang hari, tapi gelap. Hiiii ngeriii, aku sedikit menaikkan pundak dan menurunkannya sedetik kemudian.

Dengan hati yang tak tenang kutuangkan air ke dalam botol susu sambil lihat kanan kiri depan belakang. Belum juga airnya sesuai takaran. Tiba-tiba…

“Hah, apa tuh?” Aku terkejut melihat bayangan hitam berkelebat dari kamar tanteku, Ibunya si adek bayi. Kamar itu pintunya memang langsung menghadap ke dapur. Jadi sangat terlihat jelas apa yang aku lihat barusan. Bayangan hitam dibalik gorden pintu kamar.

Aku bergegas menemui Neng dan Nenek yang berada di ruang depan. Dengan wajah ketakutan lalu kuceritakan kejadian barusan.

“Ada bayangan hitam di kamar tante.”

“Ah, masa? Perasaanmu saja kali, tin.” Jawab nenek. “Cepat buatkan susunya!”

“Beneran, Nek, barusan aku melihatnya dengan jelas.” Aku menegaskan.

Neng menatapku penasaran. “Ayo kesini kalau tidak percaya.” Kutarik lengannya dan membawanya ke dapur.

Setelah menunggu beberapa lama, bayangan itu tidak muncul.

“Mana ah? Gak ada.” Neng kembali menghampiri nenek dan aku mengikuti. Tadi ada, aku melihatnya.” Coba meyakinkan.

“Mana susunya?” Tanya Nenek.

“Belum dibuatkan.” Jawabku sambil nyengir ketakutan.


Bersambung.


Nubarnulisbareng/Titin Siti Patimah

Sumber foto : Google