Takjil dan Ramadan

Bulan ramadan adalah bulan yang suci bagi umat muslim di dunia. Selama hampir sebulan seluruh umat muslim melaksanakan ibadah puasa.

Setiap bulan ramadan pula selalu ada pasar kaget dan pedagang kaki lima yang menjual berbagai jenis makanan untuk berbuka puasa. Baik itu takjil (makanan pembuka) maupun makanan utama.

Menurut KBBI, takjil (ta’jil) berarti mempercepat (dalam berbuka puasa). Dengan kata lain, takjil bermakna menyegerakan berbuka puasa.

Setelah berpuasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam, maka menjelang magrib adalah waktu yang ditunggu-tunggu untuk berbuka puasa. Takjil adalah makanan praktis dan sehat yang menjadi pilihan untuk membatalkan puasa. Biasanya takjil  terdiri dari makanan ringan yang rasanya manis. Misalnya, kurma, kolak, bubur, dll.

Takjil bisa dibuat sendiri atau dibeli di pedagang kaki lima. Banyaknya permintaan pasar membuat banyak  orang yang mencoba peruntungan dengan menjual takjil. Mulai dari makanan yang manis, asin, gurih hingga berbagai jenis minuman dingin.

Keberadaan para penjual takjil tentu memberikan manfaat bagi warga yang melintas. Apalagi para pekerja yang pulang dari kantor akan menyempatkan diri untuk berburu takjil. Tidak hanya itu, warga masyarakat yang non muslim pun tergiur untuk membeli takjil.

Pada hari pertama puasa, saya melihat beberapa penjual takjil di sepanjang jalan. Para pembeli juga terlihat cukup ramai. Namun, sangat disayangkan aturan physical distancing antara pembeli yang satu dengan yang lain tidak dipatuhi. Kebanyakan diantara mereka bergerombol dan tidak menjaga jarak saat mengantri.

Pada situasi seperti sekarang ini, sebaiknya para pedagang dianjurkan untuk menerapkan physical distancing terhadap para calon pembeli. Jika kelihatan banyak yg melanggar, maka harus ada petugas yang mengawasi disana. Saya rasa pemerintah harus bersikap tegas untuk hal ini.

Wacana untuk menutup atau membatasi pasar ramadan bisa jadi sulit dilaksanakan karena hal ini merupakan tradisi sejak lama. Setiap warga yang berperan sebagai penjual dan pembeli yang mesti sadar diri. Menyadari bahwa peraturan wajib dipatuhi mengingat keselamatan kita bersama.

Takjil didapat, tubuh tetap sehat. Semoga transaksi jual beli bisa memberikan manfaat bagi pedagang dan pembeli takjil.

Selamat menunaikan ibadah puasa.