Surat UNTUK IBU

Apa kabar, Ibu?
Masih ingat padaku?
Gadis mungil yang dulu kehilanganmu.

Aku pikir kepergianmu dulu hanya kisah duka yang mudah untuk dilupa
Aku pikir kepergianmu hanya cerita lalu yang tak akan menyisakan trauma
Awalnya aku tak paham, kenapa bahagia begitu sulit kulukis dijiwa

Tahukah, Ibu?
Kemurungan saban malam adalah teman setia
Teman yang selalu ada karena engkau tiada

Tahukah, Ibu?
Hidupku terasa hampa
Karena engkau tiada
Menjalani hari tanpa kau jaga
Adalah hal terberat yang harus kuterima

Tahukah, Ibu?
merasakan sentuhan tanganmu adalah mimpi yang sia-sia
Setiap duka menerpa
selalu kuharap dekapanmu mampu menenangkan asa
tapi nyatanya semua mustahil terlaksana.

Tahukah, Ibu?
Sepanjang perjalananku menapaki waktu
Ternyata engkaulah yang paling aku rindu.
Ingin sekali saja aku bertemu
Tapi itu semua hanyalah harapan semu
Harapan yang akan membuatku semakin membeku.

Tahukah, Ibu?
Ternyata kepergianmu adalah awal merapuhnya sendi-sendi kehidupanku ini
Terseok-seok melanjutkan langkah yang baru saja kumulai
Tanpa hadirmu kakiku bergetar lunglai

Tahukah, ibu?
Aku ingin sekali saja mendengar canda tawamu
aku rasa ibu tahu semua itu
Tapi apa daya, Ibu harus mengahadap-Nya lebih dulu
Sudah tak ada lagi ruang dan waktu
Untuk kita bersama di dunia ini. Tentu.

Salam Rindu Ibu, Dari gadis kecilmu.

Titin Siti Patimah
Pangalengan, 020521