Sudahkah Kita Menjadi Guru Impian Siswa?

Sudahkah Kita Menjadi Guru Impian Siswa?

Pelajaran leadership hari ini saya ambil tema “My Dream Teacher“. Dalam rangka menggali sebenarnya sosok guru seperti apa sih yang dijadikan guru impian oleh para generasi milenial. Mereka yang katanya “generasi rebahan” alias orang yang sukanya rebahan, yang penting ada gadget, kuota dan cemilan yang disukai selesailah semua perkara.

Beberapa karakter guru yang mereka impikan berdasarkan beberapa responden saya tuliskan di penjelasan berikutnya. (Maaf, saya tuliskan sesuai dengan yang mereka tuliskan meskipun ada sebagian yang tulisannya dengan bahasa alay dan tidak mengulang tulisan jika ada pernyataan yang sama, cukup dituliskan di siswa sebelumnya).

Ketika ditanya, “Bagaimana guru yang kalian harapkan agar bisa belajar dengan maksimal?”

Jawabannya begini:

Siswa 1

  • Baik banget
  • Ga suka ngomongin kesalahan orang keras-keras
  • Ga banyak ngatur
  • Ga galak
  • Ngasih aturan yang tidak terlalu ketat
  • Pengertian
  • Satu hati dan satu pemikiran
  • Enak diajak curhat
  • Receh
  • Seru
  • Orangnya santuy dan ga ngegas
  • Ga suka marah-marah

Siswa 2

  • Asique
  • Bisa diajak bercanda
  • Ngajarin pelan-pelan
  • Bisa ngelawaq
  • Kalau pas tegas tuh ya tegas, tapi tetep asiq
  • Sering gipeewey
  • Kalau ngingetin pake bahasa yang alus
  • Ga sotoy-sotoy bet
  • Kalau lagi sedih, disemangatin
  • Ngerti perasaan
  • Santuy

Siswa 3

  • Jarang ceramah
  • Sabar
  • Kalau ceramah ga tegang-tegang amat
  • Ga suka membandingkan
  • Suka ngasih reward
  • Tidak suka menuduh siswa sembarangan tanpa bukti

Siswa 4

  • Mudah gaul
  • Tepat waktu
  • Kalau ngomong jelas, padat, tanpa basa basi dan ga muter-muter
  • Gaul
  • Jaga rahasia
  • Sering bagi-bagi makanan
  • Ga emosian
  • Tegas tapi baik
  • Memberi kebebasan berekspresi
  • Ngajarin pelan-pelan tanpa marah
  • Suka ngajak jalan-jalan, belajar ga hanya di kelas
  • Membolehkan izin jika ada alasan tertentu
  • Berani mengakui kesalahan
  • Santuy dalam segala kegiatan

Siswa 5

  • Jika kita melakukan kesalahan, diberi tahu secara personal tidak di depan umum
  • Ceramahinnya baik-baik/santai
  • Ga pilih kasih
  • Memastikan semua materi difahami siswa
  • Sering refreshing/game
  • Tidak memaksakan sesuatu
  • Bisa memperbaiki habbits siswanya dengan cara yang baik
  • Perhatian

Siswa 6

  • Baik sekali
  • Tidak terlalu memaksakan kehendak
  • Tepat waktu
  • Sering ice breaking biar seru

Siswa 7

  • Memahami dunia siswa
  • Ga suka menyalahkan orang lain
  • Ga suka nyeramahin
  • Suka bercanda
  • Ngasih tahu baik-baik jika kita melakukan kesalahan
  • Gampang senyum

Siswa 8

  • Ga nyindir secara halus
  • Biacara tidak menusuk ke hati
  • Kalau kita mulai ga fokus dikasih waktu buat refreshing

Kurang lebih, itu curhatan anak-anak. Mereka memimpikan guru yang bisa memahami dunia mereka. Dunia yang bahkan bisa berbanding terbalik dengan kondisi sang guru.

Yakin kok, walaupun mereka generasi santuy, tapi stereotif mereka (malas, tidak produktif, melewatkan kesempatan, tidak punya target, enggan bekerja keras, menyukai sesuatu yang instan, bergantung pada teknologi, mengerjakan sesuatu tanpa keringat, dan lain-lain) tidaklah selalu begitu. Jika mereka mendapatkan sentuhan yang tepat dari kita selaku gurunya, insya Allah mereka adalah generasi produktif.

Sudahkah kita menjadi guru impian mereka?

rumahmediagrup/wina_elfayyadh