Story About You (2)

Story About You (2)

Hai hai …

Bertemu lagi dengan channel Wina Elfayyadh di web nulisbareng.com 😁, kira-kira siapa yang akan menjadi subjek kisah seru hari ini? Ada yang bisa menebak? Yang bisa nebak dengan tepat nanti dikasih hadiah umrah (oleh orang tuanya masing-masing). Haha, maaf ya lebay dikit. Biar tetep santuy walaupun masih harus tetep stay at home hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Okay, jika tulisan sebelumnya aku cerita tentang orang yang paling deket selama memakai seragam putih merah sekarang gantian mau cerita tentang orang yang paling care saat memakai pakaian putih biru. Eits …, kok yang di putih merah cuma 1 orang yang ditulis, emang yang lain ga berkesan apa? Hmm … sebenernya ada yang lebih berkesan juga sih tapi next aja deh saya ceritakan lagi.

Seseorang yang pertama kali menyapa saat Masa Orientasi Sekolah padahal kita berbeda sekolah asal itu sungguh memberikan kesan mendalam. Senyum ramah, sapa hangat, dan wajah yang penuh dengan keceriaan tanpa beban. Perkenalan singkat membuatku tahu dia bernama Nanih Rochaeni, gadis manis yang baik hati.

Tak lama setelah perkenalan singkat itu kami berteman akrab, bahkan sangat akrab. Walaupun tak pernah sekelas tapi sebagian memory di waktu SMP hampir penuh dengan kisah kita berdua. Kita sering belajar bareng, main bareng, bahkan berkali-kali aku main ke rumahnya.

Banyak cerita indah yang sulit aku lukiskan saat bersamanya. Keakraban kita terjalin lebih erat saat kita disatukan dalam organisasi OSIS dan PASUS alias Pasukan Khusus (cikal bakalnya muncul PASKIBRA di sekolah kami). Mental kami ditempa di sana oleh kakak-kakak kelas dengan gaya semi militer.

Aku masih ingat saat latihan PASUS, kami kehausan di tengah mentari yang sangat terik. Tak ada bantuan saat aku mengatakan haus dan izin minum, yang ada malah bentakan dan hukuman. Di saat kakak pembina tidak ada, sahabatku hadir sebagai malaikat penolong. Dia membagikan jatah minumnya walaupun tinggal sedikit. Hasilnya, kita berdua sama-sama dapat hukuman.

Sumber: Google Search

Namun hal itu tidak dijadikan beban, justru kita malah senyum-senyum karena dengan hukuman itu jadi punya banyak kesempatan melihat kakak senior yang ganteng tapi pura-pura galak. (gubrak). Ih, apa sih, kok malah ngelantur, maksudnya, kita tetep tenang walaupun dalam kondisi dihukum karena berdua itu lebih menguatkan.

Kisah seru lain saat kita berdua diutus sekolah untuk ikut pelatihan senam di sekolah lain, dan setelah itu kita menjadi instruktur senam di depan teman-teman. Satu hal yang terlihat sangat berbeda di sini, aku hafal semua gerakan senam namun gerakan badan kaku dan malu-malu, namun sahabatku ini menggerakan badannya sangat lentur kalau saja dia belajar nari pasti akan jadi penari hebat karena kelenturan badannya.

Untuk prestasi akademik kita saling bersaing. Jangan khawatir, ini persaingan sehat kok. Hanya saja aku selalu yang berada di atasnya. Bahkan beberapa kali aku berhasil menyabet gelar juara umum. Nilai-nilai semua mata pelajaran hanya selisih sedikit.

Hanya saja, saat menjelang kelulusan, aku sempat shock. Biasanya nilai-nilaku selalu diatasnya walaupun bedanya hanya beberapa digit. Ternyata saat pengumuman kelulusan, NEM tertinggi berhasil diraihnya padahal selisihnya hanya koma.

Aku terpukul?

Iyalah. Saat itu aku belum sadar kalau roda itu terus berputar. Kadang ada masanya di atas tapi suatu waktu dia akan berputar ke bawah. Karena shock dan kecewa, mulailah persahabatan kami terasa merenggang. Aku tak pernah merasakan benci padanya, tapi aku kecewa dengan diri sendiri kenapa nilainya bisa jatuh.

Hingga akhirnya kami melanjutkan SMA di tempat yang sama sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Namun sayang, di SMA kita malah jarang bertegur sapa. Seolah-olah ada sekat tak kasat mata.

Sumber: Google Search

Setelah lulus SMA aku kehilangan kontaknya. Bahkan media sosialnya pun tak kutemukan, entah kalau dia pakai nama akunnya berbeda. Sedih sih, ingin rasanya mengembalikan keakraban yang dulu terjalin indah, namun sekarang jarak semakin nyata memisahkan kita.

Kisah ini menjadi salah satu pelajaran buat saya pribadi bahwa kehidupan ini tidaklah abadi. Jangan merasa diri sombong karena di atas langit masih ada langit. Bersahabatlah dengan tulus, jika pun ada masalah jangan saling menjauh.

Bagiku, sahabat tetaplah sahabat. Apa pun kejadiannya dia tetap sahabat baikku. Walaupun maaf belum sempat terucap namun senantiasa kulantunkan doa semoga kita kembali bersahabat di surga-Nya kelak. Aamiin

rumahmediagrup/wina_elfayyadh