STILL HERE

Grafik menurun kasus covid 19 di bulan Februari 2021 membuat sebagian masyarakat Indonesia lengah. Tak sedikit yang mulai melakukan pertemuan maupun acara-acara yang menimbulkan kerumunan. Selain itu, sudah mulai banyak yang melepaskan maskernya di tempat umum.

Pemerintah pun melihat gejala ini secara positif, sehingga mulailah digulirkan wacana PTM (Pembelajaran Tatap Muka). Kelak pada tahun ajaran baru, sekolah tidak lagi melakukan BDR (Belajar Dari Rumah). Kebijakan itu seolah menjawab keresahan sebagian masyarakat yang keberatan dengan sistem belajar secara daring.

Persiapan pun mulai dilakukan. Dimulai dengan menggalakkan vaksin di kalangan guru dan praktisi pendidikan. Sekolah-sekolah secara berkala melakukan desinfeksi ruang kelas dan lingkungan sekolah.

Namun siapa yang menduga, ketika di bulan Juni 2021 kasus covid 19 kembali meningkat. Grafik terlihat naik tajam, baik itu di ibukota maupun di daerah. Bahkan beberapa daerah, pemimpinnya dengan tegas menyatakan bahwa daerahnya tertutup untuk pengunjung maupun wisatawan. Perlahan tapi pasti, zona merah makin meluas.

Rumah sakit kembali kewalahan dalam menghadapi pasien. Kapasitas pasien di rumah sakit sudah mencapai di atas 80%. Membludaknya pasien positif covid 19 sungguh mengejutkan semua pihak.

Akhirnya, untuk sementara wacana PTM ditunda kembali. Apalagi varian baru covid 19 lebih ganas dan mudah menyerang anak-anak. Tahun ajaran baru, batal sebagai momen lepas kangen murid-murid yang sudah lama tak bertemu teman dan guru.

Bagi orang tua yang bekerja pun, sepertinya akan kembali mengalami WFH. Protokol kesehatan kembali diperketat. Masyarakat diharapkan dapat melakukan 5M secara sungguh-sungguh.

Yuk kita jalankan 5M, agar covid 19 segera pergi dari bumi Indonesia tercinta.

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie