Si Kidang yang Selalu Berpindah Tempat

Silahkan ibu…, ini keripik kentang, setengah kilo saja sudah banyak, ramah sapa sang pedagang untuk menarik hati pembeli. Aku menanggapinya dengan  senyum termanisku padanya. Dan segera bergegas untyk menuju lokasi yang akan di lihat.

Teringat dengan spare waktu yang telah disepakati, bahwa kita hanya memiliki waktu 1jam,  sambil berbisik dalam hati, kalau masih ada waktu tersisa maka aku akan membelinya. Hhmmmm kapan lagi mumpung ada disini. Hehe…

Sambil melangkah dan menyisir pandangan pada sekelilingku, terdengar suara pemandu wisata Lokal ” kalau tidak kuat mencium bau belerang dan merasa mual, sebaiknya jangan mendekat”.

Baru saja memasuki area Kawah si Kidang indera penghidu ini sudah mencium aroma khas belerang yang sangat kuat, hmmm sepertinya harus cepat bergegas bergerak mana yang akan dicari tau tentang Kawah Si Kidang ini.

Salah satu obyek wisata di daerah Dieng ini Konon menurut cerita,  katanya Kawah SiKidang ini di konotasikan dengan si Kijang yang selalu berpindah berlari kesana kemari, Kawah Utama disini selalu berpindah sehingga dinamakan dengan Kawah Si Kidang, kijang yang berpindah melompat kesana kemari. Maha Besar Allah yang Maha Agung.

Aku harus punya oleh – oleh di Kawah Sikidang ini, bau belerang terlupakan karena tetap ingin mengabadikan suasana ini, belum lagi hasrat ingin membeli oleh – oleh masih terus memanggil.

Baunya belerang memiliki banyak manfaat yang Allah peruntukan bagi umatnya, jangan pernah menilai hanya sebatas apa yang menurut kita, karena manusia memiliki keterbatasan, hamba bersyukur adalah hamba  yang senantiasa mau berfikir dan mampu memetik hikmah dari segala penciptaanNya.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi.

Sumber Gambar : By Anif.