Serunya bermain seru

Masa kanak-kanak adalah masa yang dipenuhi dengan kebahagiaan dan imajinasi. Bermain menjadi salah satu cara mereka tumbuh, belajar, dan bersosialisasi.

Judul:  Bermain Seru

Penulis: M. Arfan Hashif # Maulana Abdullah Taqwa # Ai Sophia # Farris Yama #Aura # Tyaganara # Jehan Xaviera # Malva Aerona Nurrasa Insani # Qiafa # Hasna Kana # Aisa Paskiwijaya # Rabithah Azaela F. # Rafa Al Khawarizmi# Fathia A. Azzahra # M. Al Furqon # Ahsina Ahmad # Alifah Dzaka Taqiya#              

Penerbit: Rumedia

Blurb:

Berlari, bergerak, berteriak, tertawa gembira. Bermain menyehatkan tubuh dan membuat hati kita bahagia. Ada banyak permainan yang dapat dilakukan, tentu saja bukan permainan di ponsel ya, teman-teman.

Balapan pesawat origami, campur warna, bermain bola kertas, membuat baju boneka Barbie, berkreasi membuat garasi mobil-mobilan, hingga beberapa permainan tradisional, adalah ragam permainan kesukaan kami yang kami coba bagikan cara bermainnya pada teman-teman pembaca.

Kami ingin teman-teman bisa mempraktikkan dan memainkan permainan tersebut. Sehingga, seakan kita semua telah bermain bersama. Nah, teman-teman, apa permainan kesukaan kalian?

Semoga salah satu permainan kesukaan kami ini, bisa menjadi permainan kesukaan teman-teman juga. Selamat bermain!

***

Ada banyak permainan yang ditulis oleh para penulis cilik di buku ini. Walau masih menjadi penulis cilik, tetapi karya yang mereka buat tidak kalah bagusnya dibanding penulis dewasa. Mereka menuliskan permainannya dengan runut dan mudah dipahami. Ini contohnya:

Halo teman-teman perkenalkan namaku Malva, aku sekarang mau mengenalkan kepada teman-teman semuanya tentang permainan tradisional yang bisa dimainkan bersama banyak teman dan mainnya harus di luar rumah.

Apakah kalian pernah dengar nama permainan ini?

Bermain gobak sodor itu seru, loh! Permainan ini membutuhkan  dua tim atau kelompok. Dalam permainan ini kita bisa melatih kecepatan berlari, sigap dan tangkas.

(Gobak Sodor, oleh: Malva Aerona Nurrasa Insani)

“Yuk, Mbak Hajja kita main lagi!” Azim mengajakku untuk bermain kembali.

“Zim, kita main Thung-Thung Balung saja,  yuk, yang enggak capek!” kataku.

“Mba Hajja, Thung-Thung Balung, sih, yang gimana?” Azim penasaran bertanya padaku tentang permainan baru kami.

“Emang kamu belum pernah main Thung-Thung Balung apa, Zim?”

“Belum, Mba,” kata Azim.

“Gini, nih, cara mainnya, Zim.” Aku berusaha menjelaskan dengan bahasaku tentang permainan ini.

Permainan ini asyik karena membutuhkan konsentrasi. Di samping harus mengucap syair, kami juga harus tahu kapan saatnya mengepalkan tangan dan kapan saatnya mengempis atau ngepyar  

(Asyiknya Bermain Thung-Thung Balung Di Kala Pandemi, oleh: Ahsina Ahmad)

Begitu sulitnya memilih naskah yang terbaik di antara yang terbaik, akhirnya terpilih dua orang terbaik.

Terbaik dalam event Pencil “Bermain Seru”

Terbaik dalam event Pencil “Bermain Seru”
  1. Terbaik 1: Ahsina Ahmad
  2. Terbaik 2: Malva Aerona Nurrasa Insani

Selamat kepada adik-adik penulis cilik. Semoga menjadi penyemangat untuk terus berkarya. Untuk yang belum terpilih, jangan patah semangat. Mari terus menulis dan mengasah diri. Semangat semuanya!