SERIOUSLY

Aku tinggal di perkampungan yang berbatasan dengan tempat-tempat strategis. Ke arah Barat, ada stasiun kereta api yang dilalui oleh kereta dari luar kota. Arah Timur, ada terminal bus. Lalu arah Selatan, ada jalan raya utama yang menembus kota.

Dari rumahku, terdengar jelas suara-suara yang ditimbulkan oleh kendaraan di jalan raya. Kadang terdengar suara sirene mobil polisi, kadang suara sirene mobil pemadam kebakaran dan juga suara sirene ambulance.

Beberapa hari belakangan ini, sering sekali terdengar ambulance lewat. Dalam sehari bisa beberapa kali terdengar suaranya. Awalnya tidak terlalu dipikirkan. Namun lama kelamaan, seiring berita yang dilihat di televisi jadi hal yang menakutkan.

Setiap aku mendengar suara ambulance, hati selalu bertanya, apakah mengantar orang ke rumah sakit atau mengantar seseorang ke peristirahatan terakhirnya. Sedikit ada rasa sedih dan bingung akan nasib warga kota ini.

Suatu hari aku pergi berbelanja keperluan bulanan. Ketika dalam perjalanan pulang, perhatianku sedikit teralihkan oleh suara sirene meraung-raung. Perasaan, aku tidak melihat ada ambulance di sekitarku. Mataku terus mencari sumber suara. Akhirnya aku melihat iring-iringan bus sekolah lewat di jalur yang berlawanan arah denganku. Bus sekolah melaju dengan kecepatan tinggi.

Mataku terbeliak kaget! Iringan bus sekolah itu sangatlah panjang dan tampak tak ada habisnya. Lebih mengejutkanku lagi adalah tampilan running text di bagian atas bus, disitu tertulis ‘PASIEN COVID’.

Dug! Jantungku rasanya berhenti berdetak. Apa yang tampak sungguh diluar dugaanku. Tak pernah kusangka jika pandemi ini, seserius itu.

Sesampainya di rumah, aku segera menyalakan televisi. Tampak berita yang menggambarkan keadaan yang sangat menusuk hati. Berita yang menggambarkan bukan hanya keadaan kotaku tapi juga beberapa daerah di negaraku.

Rumah sakit sudah tak mampu lagi menampung pasien. Selasar dan lorong rumah sakit berubah fungsi sebagai tempat perawatan. Bahkan tenda-tenda mulai didirikan di halaman parkir rumah sakit sebagai ruang rawat tambahan.

Sungguh bukan suatu keadaan yang bisa dikatakan baik-baik saja. Sudah saatnya kita semua berperan aktif dalam menghadapi pandemi ini. Ya, ini bukan hanya tugas dari tenaga kesehatan atau pemerintah saja.

Mari bersama kita satukan langkah dalam menerapkan protokol kesehatan. Menjalankan 5M dengan penuh kedisiplinan. Semoga pandemi ini segera berlalu. Aku, kamu, dan kita semua dalam keadaan sehat selalu.

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie