Serba Serbi Rasulullah SAW

Tempat Tidur dan Bantal Rasulullah SAW

Bentuk

Dari kulit binatang dan serat kurma.

tempat-tidur-nabi-muhammad

Hadits

  1. “Tempat tidur Rasulullah saw dari kulit binatang yang diisi serat pohon kurma.” (HR.Bukhari dan Muslim)
  2. “Kasurnya Rasulullah saw sebesar luas seseorang yang ditaruh di liang kuburnya.” (HR.Abu Dawud)
  3. “Bantal Rasulullah saw yang dijadikan sandaran terbuat dari kulit binatang yang diisi serat pohon kurma.”(HR.Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
  4. Muhammad bin Ali bin Husen berkata: “Seseorang bertanya kepada Aisyah, seperti apa tempat tidur Rasulullah saw di rumahmu?’. Beliau menjawab, terbuat dari kulit yang dijejali sabut. Seseorang bertanya kepada Hafshah, seperti apa tempat tidur Rasulullah saw di rumahmu?’. Beliau menjawab, kain mori yang kami lipat dua kali hingga beliau tidur di atasnya. Suatu malam, saya melipatnya jadi empat lapis berharap agar lebih empuk. Namun, saat terbangun, beliau bertanya, apa yang kalian sediakan untuk tempat tidurku tadi malam?, kami menjawab, itu memang tempat tidurmu, hanya kami melipatnya empat kali agar lebih empuk. Rasulullah saw bersabda, kembalikanlah seperti semula, karena keempukannya telah menghalangiku untuk melaksanakan shalat malam.” (HR.Tirmidzi)

Rasulullah SAW Sebagai Ayah

Rasulullah saw sangat mencintai anak-anaknya. Setiap kali Fatimah datang ke rumahnya, beliau pasti selalu berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, menciumnya, dan duduk di tempat yang biasa beliau duduki.

(Ibnu Majah dan Ibnu Abbas)

Mukjizat Rasulullah SAW

Ludah

Ludah Rasulullah saw tidaklah sama dengan ludah manusia biasa. Ludah beliau harum baunya dan kadang dijadikan obat penyembuh berbagai penyakit seperti penawar racun, sebagaimana yang terjadi pada diri Abu Bakar di Gua Hira atau pennyembuhan pada mata Ali yang hampir buta di Perang Khaibar atau maa seorang sahabat lainnya pada Perang Uhud.

Wa’il bin Hajar ra bercerita, “Nabi saw disodorkan sebuah waddah berisi air, beliau meminumnya, lalu meludah (mengeluarkan air dari mulut) di wadah itu, kemudian air dalam wadah dituangkan ke dalam sumur-dalam lafaz lain : Nabi saw meminum dari wadah dan meludah di sumur tiba-tiba dari sumur itu merebak bau wangian yang harum. (HR. Ahmad)

Dikutip dari The Great Story Of Muhammad

#SejarahRasulullahSaw