Sepenggal Kenangan, (Bukan) Cerita Horor

Sepenggal Kenangan, (Bukan) Cerita Horor

Hari-hari Zaskia diwarnai dengan bullying, anak laki-laki di kelasnya selalu meneriakinya “Bantet! Bantet! Zaskia si bantet!”

Sementara anak perempuan yang ada di kelasnya menjauhi dengan alasan “takut ketularan bantet”, padahal yang Aini lihat adalah mereka merasa iri dengan Zaskia yang manis dan kaya. Jika sudah dilempari kata-kata begitu, Zaskia hanya duduk menunduk di sebelah Aini. Ia diam tanpa bicara apa pun, hanya derai air mata dari matanya yang sipit membanjiri pipi.


….


Kisah seorang gadis bernama Zahra yang mengalami perisakan saat berada di bangku sekolah menengah pertama, tertuang di buku Serpihan Hati. Cerita ini terinspirasi dari sebuah kisah nyata. Betapa perisakan tidak ada gunanya, dan merupakan perilaku menyimpang remaja yang buruk.

Pada kisah ini kita tidak hanya akan tenggelam pada kejadian perisakannya saja. Akan tetapi, penulis juga mengambil sudut pandang bagaimana Zahra menyikapi dengan penuh ketegaran. Bukan perkara mudah bagi anak yang baru memasuki jenjang menengah pertama.

Penasaran?

(Sepenggal Kenangan pada buku Serpihan Hati).


Pernah diganggu jin? Atau malah mengganggu jin?

Eits, jangan keburu takut dulu. Ini bukan cerita horor biasa. Buktinya bisa masuk ke buku Ngakak Sopan yang diPJ-in Mbak Lelly.

Jujur, ini naskah tersulit yang pernah kubuat. Mungkin karena karakter asli penulisnya yang “enggak humoris”, menulis cerita komedi menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Memangnya cerita apaan, sih? Kalau penasaran banget bisa pesan dan baca sendiri ya.

((Bukan) Cerita Horor pada buku Ngakak Sopan).

Alhamdulillah, kedua buku kece ini sudah sampai di pelukan. Terima kasih untuk PJ yang sabar banget—Mbak Lelly atas bimbingannya, MA Nubar Jatim—Mbak Novi, Bapak Ilham selaku Founder Nubar Rumedia, dan Penerbit Rumedia atas kesempatan yang telah diberikan untuk ikut menulis di sini. Semoga buku ini memberi manfaat untuk pembacanya.

Nubar-Nulis Bareng/Asri Susila Ningrum