SEMBUH?

Semenjak ikut pelatihan MIC (Mengasuh Inner Child), aku jadi sedikit tahu tentang MINDFULNESS, PAUSING, ACCEPTANCE dan sebagainya. Perlahan aku praktekkan di kehidupan sehari-hari.

Menjalani hari lebih tenang dan damai. Walau kadang pernah terpicu beberapa kali tapi bersyukur bisa cepat ademnya. Kembali menata hati dan pikiran.

Efek lain yang sangat terasa manfaatnya adalah asam lambung sudah tidak pernah beraksi lagi. Gerd, momok terbesar dalam hidup, sudah bersembunyi bahkan menghilang berbulan lamanya. Bayangan ‘jajan oksigen’ sudah tak ada lagi.

Bahkan pernah suatu waktu, sudah niat berpuasa tapi tidak sempat sahur. Hari itu pun bisa dilalui tanpa keluhan sama sekali. Lambung tetap aman terkendali. Tak ada keluhan sakit ataupun nyeri.

Padahal dulu, kadang sudah sahur pun, lambung masih suka protes. Pernah dalam sebulan Ramadan hampir tiap sore mengalami gangguan. Tak disangka kekuatan pikiran mampu mempengaruhi kesehatan lambung.

Senin pagi, hari pertama anak ujian kenaikan kelas secara daring. Mencoba membuka laman ujian namun masih memuat alias loading. Membuat hati panik dan kepala pusing.

Waktu ujian pun telah tiba. Semua siswa diminta masuk laman ujian dengan segera. Tak terasa jantung sudah memainkan iramanya. Pikiran mulai mengambil peranannya. Perlahan tapi pasti lambung mulai melancarkan aksinya.

Aku segera tersadar, mencoba PAUSING seketika. Namun berusaha berpikir cepat untuk mencari solusinya. Akhirnya aku mengganti laptop sebagai alternatif. Bersyukur langsung bisa masuk ke laman ujian dengan cepat.

Ternyata aku belum 100% pulih. Ketika pikiran terganggu, lambung menunjukkan solidaritasnya. Ini menjadi perhatian buatku, agar selalu mengontrol pikiran dan hati. Semoga dikemudian hari, bisa lebih baik lagi. Bismillah, semangat sehat selalu.

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie