Semangat Sahur

Semangat Sahur

Marhaban ya Ramadan. Alhamdulillah, bahagia rasanya menyambut bulan penuh berkah dan ampunan. Berharap bulan Ramadan dapat menjadi momen untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan ibadah.

Sehari sebelum puasa, pasar terlihat lebih ramai dari biasanya. Ya, para ibu akan memasak menu yang enak dan lezat untuk menu sahur pertama. Juga sebagai hantaran kepada sanak keluarga. Itulah tradisi menjelang bulan shiam.

Sore hari, Aminah mulai mempersiapkan bahan masakan yang akan diolahnya malam nanti. Anak sulungnya yang sudah menginjak umur 10 tahun pun sudah tak sabar menunggu esok hari.

“Mah, besok kita puasa, ya? Aku mau sahur pake ayam goreng, mah.”

“Oke, siap bos! Jangan terlalu malam tidurnya supaya tidak telat bangun sahur,” ujar Aminah mengingatkan sulungnya.

“Berarti malam ini kita tarawih, ya, mah? lanjutnya bertanya.

“Iya, nak. Kita tunggu pengumuman dari musolla. Jika tidak ada tarawih di musolla, kita berjama’ah saja di rumah dengan ayah.”

Aminah merasakan ramadan yang berbeda tahun ini. Di tengah mewabahnya corona virus disease (covid) 19, umat Islam melaksanakan ibadah puasa tanpa solat tarawih berjama’ah di mesjid. Kalaupun ada, jama’ah dibatasi dan interaksi dikurangi. Ganjil rasanya. Bersilaturahim kepada keluarga yang jauh di luar kota juga tidak bisa. Semua stay at home sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Tradisi cucurak yang biasanya dilakukan Aminah dengan para tetangga, juga tahun ini tidak bisa dilakukan. Cucurak adalah istilah untuk acara makan-makan bareng sebelum puasa.


“Kriiiing…kriiiing…”

Suara alarm dari ponsel Aminah nyaring berbunyi. Ia bergegas ke dapur, menyiapkan hidangan yang akan disantap saat sahur dengan suami dan anak sulungnya. Untung saja alarm tadi tidak membangunkan bayinya. Aminah mengintip sejenak pintu kamar, bayinya masih tertidur pulas.

Aminah beranjak menuju kamar si sulung, membangunkannya pelan. Tak butuh waktu lama, si sulung sudah terbangun. Semangatnya untuk sahur sejak kemarin sore, dan juga niat yang kuat, membuat Aminah tak perlu bersusah payah untuk membangunkannya.

“Semoga semangatmu tidak kendor sampai akhir Ramadan, nak. Robbi hablii minasasolihiin.” Aminah berdo’a dalam hatinya, semoga Allah menjadikan sulungnya anak yang saleh.

WCRumedia/yuyunkho