SEKOLAH DIBUKA KEMBALI, KAMI SIAP!

Waktu menunjukkan pukul 06.50 WIB, begitu tiba di gerbang sebuah poster anjuran untuk memakai masker dan jaga jarak menyambut kedatanganku. Beberapa meter masuk di halaman sekolah Nampak pemandangan nan cantik dan asri. Petugas kebersihan sudah sigap menyapu dedaunan bertebaran di tanah. Tempat cuci tangan tertata indah di depan setiap kelas lengkap dengan sabunnya. Beberapa tong sampah berwarna biru dengan tutup hitam berbaris rapi di sepanjang kelas. Kemana kita melangkah, dimana kita duduk atau sekadar beristirahat, disana pasti ada tong sampah. Semua ini disediakan demi menjaga kebersihan. Penambahan sarana cuci tangan baru dibangun dalam rangka menyambut dibukanya Kembali sekolah pada masa new normal.

“Setiap kelas kita siapkan tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun dan tissunya beserta tong sampah. Beberapa fasilitas di tambah seperti pengadaan Kamar mandi buat siswa yang dirasa kurang. Dan perbaikan berbagai fasilitas. Semua harus sudah siap sebelum tanggal 13 Juli 2020.” Jelas Bapak Drs. H. Dadang Asa, M.Pd selaku kepala Madrasah MTsN 1 Tasikmalaya saat sedang mengontrol para tukang yang sedang mengerjakan penambahan sarana cuci tangan.

“Kami juga menyediakan Digital Infrared Laser, jadi nanti ketika siswa masuk para siswa akan di cek suhu tubuhnya. Jika melebihi 37-39 derajat celcius maka siswa akan langsung dibawa ke ruang ke sehatan dan tidak diperkenankan masuk kelas.” Ujar Pa Eman Sulaeman selaku Wakamad Humas MTsN 1 Tasikmalaya dalam kesempatan rapat verifikasi kenaikan kelas pada tanggal 19 Juni lalu.

Semua disiapkan sekolah dalam rangka menghadapi dibukanya kembali sekolah pada masa New normal. Bukan hanya fasilitas sarana kebersihan, hal lain yang juga disiapkan sekolah adalah pengaturan jadwal pelajaran dan siswa yang masuk di kelas mengingat mereka juga harus jaga jarak.

“Kemungkinan siswa akan dibuat dua shiff. Setiap shiff tak belajar tak lebih dari 2 jam. Dan di setiap kelas dengan memperhitungkan luas kelas, maka siswa yang masuk maksimal 19 orang” dengan rinci Pak Syamsudin selaku Wakamad bid Kurikulum menjelaskan.

Untuk persiapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal masih dalam tahap sosialisasi. Selanjutnya dari Kemenag Kab. Tasikmalaya, Pengawas dan Tim Gugus Covid-19 akan meninjau apakah sekolah kami layak untuk membuka Kembali sekolah.

Dilansir dari media online Kompas pada tanggal 5 Juni 2020 menyebutkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini sedang merancang panduan assesment yang berisi syarat dan mekanisme pembukaan sekolah di zona hijau Covid-19 pada masa new normal. Rencananya, panduan tersebut diedarkan dalam bentuk surat edaran dalam waktu dekat.

Berikut ini rancangan syarat yang harus dipenuhi sekolah di zona hijau yaitu pertama, ketersediaan fasilitas sanitasi kesehatan dan kebersihan. Kedua, menjaga jarak peserta didik 1,5-2 meter di kelas. Ketiga, pembatasan isi ruangan kelas (15-18 siswa). Keempat, pembatasan jam belajar siswa. Kelima, penerapan wajib masker. Keenam, kecukupan jumlah guru yang masuk batas usia dan tidak rentan. Ketujuh, peniadaan aktivitas di kantin sekolah. Kedelapan, peniadaan aktivitas pertemuan orangtua dan guru di lingkungan sekolah. Kesembilan, peniadaan aktivitas siswa berkumpul dan bermain di sekolah. Kesepuluh, Peniadaan aktivitas ekstrakurikuler.

Semua ini dilakukan demi terjaganya siswa, pendidik dan tenaga kependidikan dari paparan covid-19. Semoga dengan usaha yang dilakukan dan doa yang senantiasa dipanjatkan, wabah ini segera berlalu dan kita bisa Kembali beraktivitas sebagaimana mestinya.