Sehat dengan Minuman Herbal Secang/Seppang

Dokumen pribadi.

Penulis : Uty Agusriati

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keragaman kuliner. Dengan ribuan pulau di dalamnya setiap daerah memiliki makanan dan minuman khas. Jenis minuman khas tersebut berasal dari pemanfaatan tanaman yang diolah sedemikian rupa.

Salah satu jenis tanaman yang sering diolah sebagai bahan minuman herbal adalah tanaman secang. Di daerah Jawa disebut secang sedangkan di Sulawesi dikenal sebagai Seppang.

Tanaman secang/seppang termasuk jenis pohon berduri dengan daun yang berukuran kecil. Buah secang mirip dengan buah petai cina yang berwarna kehijauan ketika masih muda dan akan berubah warna menjadi kecoklatan ketika matang. Di ujungnya terdapat bunga berwarna kuning atau orange.

Bagian yang bermanfaat pada secang ialah batang kayunya. Pohon secang yang sudah ditebang, dikupas kulit batangnya. Bagian batang kayunya dapat langsung diserut atau dipotong kecil-kecil sebesar batang korek api lalu dikeringkan.
Selanjutnya, bisa ditumbuk/dihaluskan atau langsung digunakan begitu saja menjadi bahan ramuan tradisional.

Tanaman secang banyak tumbuh di negara India, Cina, dan Asia tenggara khususnya Indonesia.

Di negara Cina, secang diolah sebagai bahan pengobatan penyakit gangguan jantung, hati, serta limpa.

Di Indonesia kayu secang diolah sebagai bahan pewarna alami, bahan pembuatan minuman, dan pengobatan

Sebagai Pewarna Alami.

Kulit kayu secang bisa mengeluarkan warna kemerahan karena dalam kulit kayu tersebut terdapat senyawa brazilin yang dapat menghasilkan warna merah alami. Sebagai bahan pewarna alami, kulit secang dapat digunakan sebagai pewarna tekstil, cat, dan pewarna makanan.

Bahan Pembuatan Minuman.

Sebagai ramuan herbal tradisional, secang dipercaya memiliki khasiat yang berkaitan dengan darah, menyegarkan darah, memperbaiki siklus menstruasi, pereda nyeri, dan bengkak.

Manfaat secang lainnya menurut penelitian beberapa medis sebagai berikut :

  1. Antimikroba dan anti tumor.
    Secang mengandung etanol yang mampu menghambat pertumbuhan berbagai bakteri. Berpotensi mengatasi penyakit akibat infeksi. Ekstrak air dari kayu secang dengan tambahan 50% etanol dipercaya dapat menghambat perkembangan sel tumor pada tubuh manusia.
  2. Antioksidan
    Secang mengandung fenol, flavonoid, dan terpenoid yang tinggi. Kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas di tubuh. Kerusakan sel akibat radikal bebas dapat menyebabkan penuaan dini dan penyakit lain seperti jantung dan kanker.
  3. Anti alergi
    Secang mengandung senyawa chalcone yang dapat mengurangi gejala alergi.
  4. Anti jamur
    Ekstrak kayu secang mampu menghambat pertumbuhan jamur aspergillus, niger, dan candida albicans. Kedua jamur ini adalah penyebab di balik beberapa infeksi pada manusia.
  5. Obat kejang-kejang
    Tanaman secang juga dikenal sebagai antikonvulsan yakni mengurangi kejang-kejang atau penyakit epilepsi.
  6. Menurunkan gula darah dan menjaga kesehatan hati.
    Secang mengandung brazilin yang berfungsi menjaga kesehatan hati, meningkatkan metabolisme glukosa yang membuat kandungan gula pada tubuh bisa menurun.
  7. Obat jerawat
    Brazilin atau pigmen merah dalam ekstrak kayu secang diketahui mampu melawan propionibacterium penyebab jerawat.

Beberapa cara pengolahan secang berdasarkan kebutuhan;

  1. Sebagai pengganti air putih.
    Beberapa daerah di Indonesia mengonsumsi air teh tawar dalam keadaan hangat setiap hari sebagai pengganti air minum. Begitu pula dengan tanaman secang secang. Caranya sebagai berikut :

* Potong-potong batang tanaman secang sebesar korek api.
* Ambil 2 potong secang kemudian masukkan ke dalam teko yang berisi 2 liter air panas.
* Tunggu beberapa saat sampai berubah warna menjadi merah atau pink.
* Air secang siap dikonsumsi.
Jika dingin, Anda bisa menambahkan air panas. begitu pula jika warnanya sudah mulai memudar Anda bisa menambahkan potongan secang.

  1. Wedang Secang
    Untuk menjaga stamina, menjaga daya tahan tubuh, dan menghangatkan badan, secang juga dapat digunakan sebagai wedang secang. Caranya adalah

*Dua batang secang (ukuran korek api)
* Jahe 40-50 gram
* Kapulaga 20-30 gram
* Serai 2 Batang
* Daun pandan secukupnya
* Kayu manis secukupnya
* Gula pasir 1/4 kg
* Air 5 liter.
Cara membuat
Semua bahan direbus sampai mendidih. Sekitar 40 -45 menit.
Wedang secang ini bisa tahan 5 hari di dalam kulkas. Tetapi lebih baik dikonsumsi langsung setelah dimasak.

Minuman secang ini walaupun berwarna merah/ pink akan tetapi rasanya tetap tawar. Sama seperti air putih, pun tidak berbau. Dengan mengonsumsi secara rutin dibarengi ahraga, insya Allah menjaga tubuh tetap sehat bugar.

nubarnulisbareng/Utyagusriati