Sebuah Kado Terindah untuk Milad Putriku

Hari Minggu, jam dua dini hari …

“Papa, ketubannya pecah.” Singkat ucapanku namun cukup membuat panik papamu.

Masih ingat beberapa jam sebelumnya. Sabtu paginya aku bekerja. Disambung sorenya aku menemui dokter. Untuk apa lagi kalau bukan memeriksakan keadaan dirimu, Nak?

Ummi mendapatkan kata-kata “harus diet” ketika itu. Kata dokter, beratmu sudah lebih dari cukup. Dan seharusnya sudah masuk pintu panggul, tapi ternyata belum juga.

Tepat hari ini usia kehamilan baru memasuki 37 minggu, artinya baru hari ini juga usiamu dalam kandungan dinilai aterm (cukup bulan).

Dalam kondisi itu, aku dibawa ke RS. Aku yang sudah merencanakan ingin melahirkan di tempat ini, seperti aku juga yang memilih dokternya juga. Bukan di tempat kerjaku sekarang, bukan pula di tempat kerja lama.

Karena sudah pecah ketuban dan belum juga ada bukaan akhirnya Ummi diinduksi. Kau tahu, Nak, rasa sakit buatan karena obat oksitosin itu lebih menyakitkan daripada hormon alami. Padahal semestinya tiap kontraksi dapat dinikmati karena hormon oksitosin juga bisa disebut hormon cinta.

Namun bagaimana bisa aku menikmatinya bila diliputi ketakutan. Ummi merasa sangat takut. Takut tidak bisa melahirkan normal, takut kamu kenapa-kenapa di dalam, apalagi air ketuban yang keluar juga banyak sekali.

***

24 Februari 2013, tepat tujuh tahun lalu adalah hari di mana sebuah momen mengharukan itu terjadi. Hari di mana aku resmi menjadi seorang ibu, karena sosok bayi perempuan mungil telah terlahir dari rahimku. Namun hal yang banyak tidak diketahui dunia, betapa banyak kesulitan yang kualami, baik sejak kehamilan, proses melahirkan maupun hari-hari setelahnya. Tak urung, bukannya membanggakan diri karena kutelah menjadi ibu dan memamerkannya di sosial media, aku malah mengurung diri dan tidak ingin siapapun menyapaku. Aku blokir segala panggilan, sengaja tidak merespon ucapan selamat yang diberikan oleh teman-teman lalu menghabiskan hari-hari penuh air mata setelahnya.

Kenapa?

“Teruntuk Putriku, Sophia” adalah sebuah naskah yang awalnya kutuliskan untuk sebuah challenge di Instagram. Lalu kukumpulkan tulisan, kutambahkan beberapa cerita dilengkapi beberapa pengetahuan umum yang terkait hingga pantas menjadi sebuah buku. Ya, tulisan-tulisan ini akhirnya kuikutkan dalam event paket penerbitan gratis Rumedia yang lalu.

Paket penerbitan apa sih? Ini lhoo yang kumaksudkan: https://rumahmediagrup.com/2020/02/01/rumedia-gratis-penerbitan/

Selamat Milad, Sophia

Pas banget, bertepatan dengan hari lahir Sophia, yang ketujuh. Maka kupersembahkan buku ini sebagai kado terindah untuk putri kesayanganku. Sambil menantikan launching bukunya, sekalian simak blurb-nya di sini, yuk:

Namanya Sophia. Begitu aku memanggilnya. Dia adalah anak sulungku. Seorang putri yang pada saat buku ini ditulis, telah duduk di bangku pertama Sekolah Dasar.

Rasanya sudah menjadi hal umum, seorang ibu pasti akan mencintai anaknya. Apalagi jika dia adalah seorang anak yang baru kudapatkan setelah menikah dalam hitungan tahun. Tepatnya aku baru positif mengandungnya, setelah dua setengah tahun menikah.

Bukanlah hal yang mudah menjalani proses kehamilan, terlebih ketika masih bekerja shift di suatu tempat yang mengharuskanku sering melihat kematian. Tak hanya itu, aku bahkan kehilangan ayah kandungku ketika usia kehamilan masih empat bulan.

Belum puas masalah menerpa, masalah lain datang setelah kelahirannya. Tapi bukankah masalah akan selalu ada sepanjang kita hidup?

Apapun itu, semua harus dihadapi. Untuk itu kutuliskan rangkaian surat sebagai bekal perjalanan hidup putri kesayanganku. Insya Allah bisa juga diaplikasikan untuk semua anak perempuan di seluruh dunia.

Satu hal yang pasti, dirimu adalah keindahan yang paling berharga.

Baca juga 10 Pesan untuk Anak Perempuanku yang juga kumasukkan dalam buku ini.

***

Nah, gimana? Kira-kira kalau sudah launching, banyak yang mau pesan ngggak, nih? Langsung ke wa 085273642724 saja yaa kalau mau pesan. Hihi.

Yang pasti kuharapkan buku ini akan menjadi karya abadi, bukan sekadar hadiah untuk putriku semata, namun kepada seluruh perempuan di dunia. Selamat Hari Lahir, Sophiaku tersayang.

4 comments

  1. So sweet, Ummi… sungguh hadiah yang sangat indah untuk Sophia dan seluruh anakยฒ perempuan di Indonesia.

    Semoga Sophia menjadi wanita mulia yg bijaksana dan lembut hatinya. Selamat ulang tahun, Sayang.

    Selamat hari melahirkan, Ummi. ๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ