Seberapa Cinta Kamu dengan Dirimu Sendiri? Alasan terciptanya Buku Nubar Ini Lukaku

Seberapa Cinta Kamu dengan Dirimu Sendiri? Alasan terciptanya Buku Nubar Ini Lukaku

#indonesiaterserah
Seberapa Cinta Kamu dengan Dirimu Sendiri?

Assalamualaikum sobat web nulis bareng rumedia, semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya, aamiin.

Tulisan kali ini terinspirasi dari statusnya Mbak Emmy (MA Nubar Sumatera). Di status Mbak Emmy tertulis, “Seperti apapun perlakuan dunia terhadapmu, kuncinya adalah belajar mencintai diri sendiri.”

Entah mengapa kata-kata Mbak Emmy itu menancap di pikiran saya. Sebab saya setuju sekali, dengan pendapatnya tersebut. Terkadang tanpa kita sadari, kita lebih memikirkan pendapat orang lain terhadap diri kita sendiri, seperti apa? Yang di mana diantara pendapat tersebut, nan paling menancap ke hati biasanya omongan negatif.

Omongan negatif itulah yang pada akhirnya menjadi racun bagi tubuh serta mental kita, sehingga kita pun menjadi tidak bersemangat dan tidak bahagia. Dari situlah awal pemicu stres berlebihan dan bisa juga menyebabkan kufur nikmat. Na’uzubillahiminzalik.

Oleh sebab itu, saya teringat dengan buku Nubar (Nulis Bareng) yang pernah saya gawangi sebagai penanggung jawabnya. Sebuah buku inspiratif tentang bagaimana kita bertahan, berjuang, dan menemukan cinta terhadap diri sendiri, sekaligus belajar menyembuhkan luka masa lalu. Dari buku Nubar inilah saya belajar banyak tentang arti bersyukur dan menghargai orang lain, tanpa membeda-bedakan dia itu siapa.

Buku Nubar Ini Lukaku, ditulis oleh 21 orang hebat. Mengapa hebat? Karena sudah bersedia belajar berdamai dengan lukanya. Menyembuhkan luka perlu waktu lama, tapi bukan berarti kita akhirnya menolak menyembuhkan luka tersebut. Dengan belajar menyembuhkan luka, kita akan menemukan jawaban bagaimana nikmatnya kebahagiaan itu.

Dari kebahagiaan itulah, kita akan semakin bersyukur atas karunia yang sudah diberikan oleh Allah Swt. Kata Mba Emmy, tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah dan belajar menyembuhkan luka. Sebab, memang butuh keberanian, keikhlasan, dan rasa mencintai kepada diri sendiri yang besar, untuk memulai menyembuhkan luka.

Kira-kira seberapa besar rasa cinta kita kepada diri sendiri? Sudahkah kita menghargai dan memberikan penghargaan pada tubuh dan mental kita sendiri? Kalau belum, yuk, kita memulainya. Ditulisan berikutnya, InsyaAllah akan saya review isi cerita dari Buku Nubar Ini Lukaku.

Mau membuat cerita inspiratifmu sendiri? Boleh banget. Silakan bergabung saja di Event Juni Nubar, Ada Cerita di Balik Corona. Jangan sampai kamu menyesal, tidak bisa membagikan sedikit cerita inspiratif bagi yang lain.

Event Juni Nubar, Ada Cerita di Balik Corona

Nubar-Nulis-Bareng/Lithaetr