SAWANG-SINAWANG

Bagian 05

Aku hanya bisa terpana akan kebaikan Aries, yang sebenarnya ada maunya. “Awas kamu ya Ries, liat aja nanti”

“Oke, baiklah. Maturnuwun anak-anak Ibu yang baik hati dan pengertian” Ibu mengacungkan dua jempol nya.

Sebelum Ibu berlalu…

“May, jangan pernah iri dengan kehidupan orang lain, apa yang menjadi keputusanmu jalanilah dengan penuh tanggung jawab dan keyakinan. Keputusan dalam hidup jangan di sesali, namun di perbaiki”.

Lagi-lagi Ibu menasihati dengan bijak nya.
Tidak ada yang salah dengan perkataan Ibu, banyak bersyukur dan berdoa serta usaha. Sebab hidup terus berjalan.

“Satu lagi May, terkadang ketika kamu menginginkan hidup orang lain, justru ada banyak orang lain yang menginginkan hidup sepertimu”.

Ah… Ibu semakin meyakinkanku, bahwa keputusan yang kubuat tak keliru dan aku tak menyesalinya.

Ibu berlalu masuk ke rumah, Maya dan Aries bersiap berangkat ke warung Ibu. Jarak warung Ibu dari rumah cukup ditempuh dengan jalan kaki.

Sepanjang perjalanan Maya teringat akan ucapan Ibu. Ada kalanya roda itu bergerak perlahan, ada kalanya gerakan itu cepat dan tak disangka.

Kuasa Tuhan dan rencana-Nya yang tak pernah bisa kita kira, dan pasti ada berjuta hikmah di balik itu semua.

Tak selamanya hidup berjalan seperti yang kita inginkan, namun kita bisa ciptakan bahagia apa yang kita inginkan.

Sepanjang perjalanan Maya belajar memahami arti kehidupan yang Ibu berikan, menelaah dari setiap cerita yang Aries suguhkan, ia banyak sinau urip hari ini.

Sawang-sinawang pepatah Jawa yang sarat akan makna, Beribu cerita di baliknya.

“Dadi wong kudu bersyukur, ojo seneng ndelok wong susah, ojo susah ndelok wong seneng”.

TAMAT.

Nubarnulisbareng/Dini Maysayu