Tetap Disini (13)

Setiap hari lebih dari 3 kali aku membersihkan helaian rambut yang rontok, ingin kembali seperti saat gadis dulu, memanjangkan rambut sampai batas pinggang sepertinya harus diurungkan niatnya. Belum sampai sepunggung rontokan rambut semakin hari semakin banyak, dan membuat rambut jadi menipis.

Tetapi disetiap aku membersihkan rontokan rambut ini, mengingatkanku kembali ketika empat tahun yang lalu kebiasaan ini juga kita lakukan bersama, ketika kita sekamar ber- 5 di Mekah dan di Madinah.

Dan di setiap kali aku membersihkan rambutku, aku kembali terbayang saat kita bersama selama 40 hari kurang lebih, saat melaksanakan ibadah haji. Hingga kini saat aku membersihkan rontokan rambut doaku adalah sampaikan lagi aku dan keluargaku di Tanah suci Mu ya Allah

Banyak kejadian saat kita bersama, banyak hikmah dan pelajaran yang diambil dari perjalanan ke tanah suci mekah. Ada yang lucu dan juga mendebarkan, saat di kamar kami di hotel saat di mekah. Saat salah seorang rekan kami sedang mencuci baju di kamar mandi terdengar suara “prak….” “apaan tuh…” bergegas kami menuju kamar mandi seraya memanggil nama teman kami ” bu Tania … Kenapa?” terdengar jawaban dari dalam kamar mandi “ga apa-apa”.

Setelah bu Tania keluar dari kamar mandi, salah seorang teman masih penasaran, dia bertanya lagi ” kok sampai kenceng banget sih bunyi praknya….” ” ga pa pa” jawab bu tania, kalau ga percaya lihat aja sendiri kekamar mandi. Teman tadi bergegas kekamar mandi, selanjutnya dari dalam kamar mandi terdengar tawa keras sambil mengucap “astagfirullah ibu-ibu sini lihat kerjaannya bu tania pinter banget dia nih…” katanya sambil berteriak.

Akupun segera melihatnya, dan aku melihat wastafelnya bolong, pecahannya di ada dibawah wastafel tersebut. Rupanya karena keberatan bu tania merendam pakaiannya diatas wastafel. Sehingga tidak kuat langsung copot wastafelnya. Hahaha…

Ada timbul kekhawatiran saat itu, nanti kalau ketauan dengan petugas yang membersihkan kamar hotel yang setiap 3 hari sekali. apakah kami harus menggantinya? Lapor ga dengan pembimbing kami.

Tidak mudah memang kita bersama ber 5 dalam satu kamar hotel, karena memiliki sifat dan niat serta kesungguhan yang berbeda, jadi ya harus bisa mengingatkan diri kita, untuk meluruskan niat untuk bisa menjalani ibadah ini dengan sebaik-baiknya.

Masalah wastafel yang bolong pecah. Aman sampai kami kembali ketanah air, peristiwa tersebut tidak ada yang tau selain kami ber 5, dan baru kami bongkar kejadian tersebut saat pertemuan kami di 2 tahun yang lalu. Alhamdulillah setelah enam tahun berlalu jalinan silaturahiim kami masih berjalan dengan baik.

Group wa kami masih aktif disetiap malamnya mengingatkan untuk shalat tahajud, ada beberapa teman yang sudah mendahului kami, ada yang sakit terkena stroke, inilah kenyataan kehidupan saat ini. Semoga Allah izinkan kita selalu untuk menyuburkan jalinan silaturahiim ini. Aamiin yra.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi

Sumber Gambar : Cuplik dari Whatapp