Ruang Kosong

Ruang Kosong

Ada kalanya kejenuhan membuat ruang kosong di hati. Merasa hampa, kebingungan meraja dan perasaan tak berguna. Sesuatu yang hilang.

Hati pun harus berkontemplasi, melakukan perenungan mendalam tentang arti kehidupan, maknanya dan segala ingatan akhirat. Toh, dunia hanya persinggahan saja. Tak perlu dibuat beban mendalam. Tujuan akhir tetap akhirat.

Fokus pada tujuan kehidupan. Semua pencapaian duniawi dan kegagalan yang menyertai hakikatnya ujian semata. Patutkah terlalu larut?

Baik, mulai dengan evalusi waktu. Apa saja yang telah dilakukan? Buat apa? Adakah yang keliru?

Kembali kepada Allah Sang Pencipta. Merunduk, bersujud di hadapan-Nya. Tak ada kata kesombongan. Manusia haya sebutir debu di hamparan semesta. Kecil sekali. Apa yang mau dibanggakan? Sebagai khalifah fil ardh? Iyakah?

Rancang target harian, mingguan, bulanan, tahunan. Agar hidup tertata. Membangun rumah akhirat sejak dini.

Baiklah, kegabutan ini mungkin panjang dan melelahkan. Teringat saudara semuslim di Gaza, Suriah dan daerah konflik lainnya yang terisolasi. Mungkinkah ini balasan karena kita tak peduli?

Dengan membantu mereka sedikit yang kita bisa, semoga Allah mudahkan semua urusan kita di dunia menjadi lebih baik. Supaya Allah lapangkan hati kita, menambal yang bolong dan menyegarkan perasaan.

Citraamatullah

#nulisbareng