Restu – Bagian 2

Restu – Bagian 2

Kehidupan sering kali memaksa kita tuk berkawan dengan ketidakpastian, tak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi sejam, semenit bahkan sedetik berikutnya,

Malam tadi senyuman tak mau lepas dari bibir Zayn, ia seolah menjadi pria paling bahagia di dunia, menghadiri perayaan ulang tahun temannya bersama Stevanie, wanita yang dua hari terakhir coba dipikatnya.

Stevanie dan Screwdriver vodka merupakan perpaduan yang sempurna melengkapi malam Zayn, sekali dua ia coba membisikan kalimat-kalimat menggoda ditelinga Stevanie yang disambut dengan senyum malu, tawa bahagia juga pelukan mesra dari wanita itu. Berhasil, Stevanie malam itu takluk dihadapan Zayn.

Bahagia dan sedih datang silih berganti, keduanya seolah saling membayangi, tak ada yang tahu pasti rasa apa yang lebih dulu tiba.

Entah kemana perginya senyuman itu, bahagia yang dirasakan semalam seolah tak bersisa, berita duka atas kepergian Restu menjadikan pagi Zayn penuh duka. Dan disinilah ia kini, duduk bersandar ditengah penerbangan menuju Gorontalo tuk memberikan penghormatan terakhir pada sahabatnya.

Zayn dan Restu sudah bersahabat sejak kecil, keduanya duduk dikelas yang sama semasa sekolah dasar. Jarak rumah keduanya yang terbilang dekat menjadikan Zayn dan Restu banyak menghabiskan waktu berdua baik untuk bermain maupun belajar. Sayangnya, saat kedunya duduk dikelas lima orang tua Zayn bercerai, ia terpakasa pindah ke rumah neneknya di Bandung.

Jarak membuat keduanya tak pernah lagi saling berbagi kabar, tapi takdir seolah punya jalannya sendiri. Setelah nenek Zayn meninggal, ia dipaksa kembali ke Jakarta tinggal bersama ibu dan ayah tirinya. Tanpa sengaja, sekolah yang ia pilih secara asal justru membuatnya bertemu kembali dengan Restu, sahabat masa kecilnya.

Zayn dan Restu memilih kuliah di Universitas dan jurusan yang sama karena minat dan cita mereka pun sama. Selesai kuliah keduanya sepakat untuk mendirikan perusahaan IT, sesuai dengan bidang yang mereka kuasai. Jatuh bangun dalam membesarkan perusahaan membuat keduanya berhasil mencapai puncak, PT. Lakeke Dwicode termasuk dalam dua puluh perusahaan IT terbesar di Asia.

Muda, tampan dan sukses tentulah menjadikan hidup keduanya sempurna. Malam panjang, pesta, musik, alkohol dan wanita seolah menjadi sisi lain kehidupan mereka.

***

Restu menyambut kedatangan Zayn dengan pelukan hangat. Kali ini pria itu tampak beda, wajahnya terlihat kaku, ia pun lebih banyak diam, ia meraih kopor dari tangan Zayn lalu berjalan didepan dengan langkah bergegas.

“Ada apa bro?” Tanya Zayn penasaran.

“Gw udah pesen taxi buat loe, loe duluan aja.” Restu mempercepat langkahnya.

“Loh, kok? Emangnya Loe mo kemana? Ranti dan Jodan gimana?” Zayn berusaha menyusul langkah Restu

“Ranti dan Jodan udah nunggu di rumah, sekarang mereka berdua adalah tanggung jawa loe, loe harus jagain mereka buat gw Zayn.” Restu menoleh ke arah Zayn, tersenyum lalu tiba-tiba menghilang begitu saja dari hadapan Zayn.

**”

Tepukan lembut dipundak berhasil membangunkan Zayn, cukup lama ia tertidur hingga tak sadar bahwa pesawat yang ditumpanginya telah sampai ke tempat tujuan.

Zayn tersenyum kikuk ke arah pramugari yang barusan menepuk pundaknya, ia lalu bangkit dan mengambil tasnya dari kabin pesawat. Zayn menghembuskan napas panjang sebelum melangkahkan kaki, untuk yang pertama kalinya, kedatangan Zayn di kota ini tanpa ada sambutan hangat Restu dan keluarga kecilnya.

RumediaGrup/Tiwi_Pratiwi

dua soulmate yang merasakan kehadiran satu sama lain sebagai penyeimbang. Mereka sudah bersahat sejak masih kecil, duduk di kelas yang sama juga tinggal di kawasan perumahan yang sama membuat kebersamaan antara keduanya tak cukup lagi bila dihitung dengan angka.

Dimasa SMP mereka harus terpisah karena perceraian orang tua Zayn memaksa

jam kBenar ahagiaBeberapakataemudian, kebahagiaan itu seolah hilang tak bersisa seiring kabar duka kepergian sahabatnya.

tanpa rencana sebelumnya, Zayn telah duduk dikursi pesawat untuk penerbangan menuju Gorontalo. Kabar kematian Restu membuatnya berangkat

P