Renungan Masa Pandemi

Sumber foto: edit by Canva

Pandemi

Kenapa makin hari makin ngeri?

Apa sebenarnya yang terjadi?

Ketakutan?

Tak menyelesaikan persoalan

Berdamailah dengan diri sendiri

Terima semua ini dengan ikhlas hati

Serahkanlah semua kepada Tuhan

Daripada emosi meledak

Bukannya masalah selesai, tetapi kita jatuh tergeletak

Tetap semangat

Bersama Tuhan tak ada yang mustahil

Hatiku sungguh tersentuh dan prihatin dengan makin parahnya keadaan, setiap hari mendengar ada yang positif covid-19, ada yang meninggal, atau saudaranya teman dan banyak orang-orang terdekat. Dari pengalaman aku pernah sakit parah kelainan darah Lupus yang disebut autoimun, sebenarnya penyebab kematian bukan dari sel yang merusak atau virus.

Ketakutan yang berlebihanlah yang menjadikan imun turun. Kita harus smart melihat keadaan. Selama kita bergantung kepada Tuhan, walaupun takut tetapi tidak sampai logika lumpuh total. Ini yang sebenarnya sedang terjadi.

Semoga pengalamanku bisa bertahan hidup walaupun secara medis tidak ada harapan, bisa membangkitkan semangat para pembaca semua. Kematian adalah pasti, hanya kapan waktunya kita tak tahu. Pembersihan hati dan menyiapkan hati kapan waktu itu akan datang.

Pelajaran hidup dari segala persoalan yang pernah terjadi, membuat kita lebih terbuka mata hati dan merasakan penyertaan Tuhan dalam menghadapi kesulitan. Kita hanya bisa berdoa supaya nakes dan pemerintah diberi kekuatan dan bimbingan menghadapi banyak dilema yang terjadi di masa sulit ini.

Dengan saling mengerti dan membantu alangkah lebih baik daripada saling menyalahkan. Marilah kita bersatu hati dalam doa kepada Tuhan, walaupun banyak perbedaan pendapat dan pengalaman. Semoga kita semua bisa melewati masa sulit ini dengan saling menolong.

Selalu ada hikmah di balik setiap persoalan. Tetap semangat benahi diri dan menjalani hidup ini dengan lebih banyak bersyukur. Salam sehat sejahtera buat kita semua.

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Wenny Kartika Sari