RAONO (Cernak bag. 6 Oleh Ida Saidah)

Hallo teman-teman, ternyata membuat puding itu sungguh mudah. Ah besok-besok aku akan membuat puding sendiri. Nanti kalian aku kasih ya. Janji. Nanti kalau kita dah bisa ketemuan.

Sekarang ngomongin apa lagi ya? Aw aw, ini Sapira ngechat ke aku. Bilang sudah baca semua yang kutulis.

Lantas ia membandingkan mamanya dengan bundaku. Katanya beda jauh. Kalian mau tahu kan? Ntar aku minta izin dulu ke Sapira ya. Boleh tak cerita di sini.

Alhamdulillah, Sapira ngasih izin. Katanya sih biar mamanya berubah seperti bundaku yang baik banget.

Begini kisahnya. Sebenarnya mama Sapira itu sayang ke semua anaknya, termasuk Sapira tentunya. Hanya dalam mengekspresikan kasih sayang itu oleh Sapira dianggap aneh. Kata-katanya sering nyelekit. Nih contoh, pernah satu kesempatan mama Sapira itu sedang makan, Sapira langsung menghampiri meminta bagian makanan itu. Apa respon mamanya, wuih serem.

“Nih ambil buat kamu semua, memang orang tua gak boleh makan! Tidak sopan.” sambil matanya mendelik.

Tentu Sapira kaget luar biasa. Ia pun mengurungkan niatnya. Langsung ke kamar. Coba tanya sama ibu kalian, memang tidak boleh ya meminta makanan yang sedang dinikmati.

Kalau kata bundaku, boleh. Yang penting sopan mintanya, tidak main tarik, tidak pula main serobot. Malah bundaku senang sekali kalau bunda sedang makan lantas aku ikut nimbrung.

“Alhamdulillah jadi cepat habis.” Katanya begitu. Bundaku memang bunda terbaik. Aneh ya mama Sapira itu.

Pengalamanku, makan bareng itu enak. Rasulullah kan suka bersama para sahabat di piring yang besar, berjamaah.

Ah Sapira ada-ada saja ceritanya. Cerita lainnya tu ya, ketika Sapira mengerjakan sesuai aturan belum pernah mendapat pujian. Namun sekali melakukan kesalahan. Terus disebut-sebut, ke banyak orang lagi. Ampun Padahal Sapira sendiri sudah merasa apa yang dikerjakannya itu keliru. Dan ia menyadari untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Intinya telinganya sering merasa panas tidak jelas gitu.

Kaitan sama zaman Corona, nah ini nih. Sapira sering dibikin mumet saat mengerjakan tugas sekolah daring. Betul 9 salahnya 1 soal. Yang kelihatan jelas oleh mama Sapira, itu soal yang salah jawab. Disebut bodoh lah, disebut dungu lah. Terus yang betul 9 soal ke mana itu? Aduh jadinya Sapira ingin cepat sekolah seperti biasa. Bosan di rumah ingin cepat sekolah, banyak teman, banyak jajanan juga.

Mama memang tidak cocok jadi guru. Cocok jadi tukang nyambel saja. He he he.

Begitu teman, ingat Sapira itu nama samaran ya, tak ada nama itu di kelas kita. Jadi plis jangan protes aku ya. Bahaya kalau dituliskan sesuai kenyataan, bisa-bisa kalian ikut membuli, merundungnya. Cukup aku saja yang tahu orangnya. Aku kan tidak comel. (Bersambung)

RAONO (Cernak bag. 6 Oleh Ida Saidah)