RAONO (Cernak bag. 3)

Aku sebagai anak pertama dari keluarga yang paling bahagia saat itu. Aku tumbuh menjadi anak yang menggemaskan. Lucu dan murah senyum. Jadi jangan heran, ayah senang sekali menggendongku. Aku sering diajak pergi, kecuali saat pergi mengajar.

Belum genap usiaku 2 tahun, bunda sudah hamil anak yang kedua. Otomatis aku disapih. Aku diberi minum susu formula selama 3 bulan. Selanjutnya sedikit demi sedikit dihentikan. Akhirnya aku pul dikasih makan.

Berkat kesigapan bunda, aku tumbuh sehat. Tahap-tahap perkembanganku dilalui dengan sempurna. Misalnya usia setahun aku sudah pandai berjalan sebanyak 5 langkah dan mengucapkan beberapa kata dasar.

Demikian teman, cerita bunda suatu waktu. Biasanya sih cerita itu disampaikan ketika menjelang tidur. Apakah teman semua pernah mendengar cerita sepertiku? Di kesempatan lain, bunda bercerita bagaimana saat pertama aku masuk sekolah taman kanak-kanak. Apakah teman semua mau tahu ceritanya? Ayo terus membaca agar kalian tahu banyak tentangku.

Waktu pertama aku masuk sekolah TK, aku tidak mau masuk kelas. Aku malah nempel sama penjual telur puyuh goreng. Aku asik memperhatikan bagaimana telur puyuh itu dipecahkan lalu dimasukkan ke penggorengan dengan cekatan.

Cara mecahkan telur itu cukup dipukulkan ke sisi wajan. Aku ingin mencobanya. Aku bercita-cita ingin menjadi penjual goreng telur puyuh. Bunda tersenyum. Saat jam pulang, kami pun pulang.

Penggorengan yang digunakan penjual itu berbeda dengan wajan punya bunda. Wajannya datar terdiri dari beberapa cekungan kecil. Satu cekungan, pas untuk satu telur puyuh.

Pokoknya hari itu aku mendapat pengalaman berharga. Aku mengingatnya. Sampai-sampai aku merengek supaya bunda membelikan wajan unik itu. Bunda menyetujui dengan catatan, aku harus ikut belajar dulu. Aku harus masuk kelas. Aku harus hapal nama huruf aya ada di lagu berjudul Balonku.

Demi wajan itu, aku setuju. Aku semangat belajar. Apa yang bunda inginkan, aku kerjakan. Hasilnya, aku memiliki wajan unik itu. Aku sungguh bahagia teman. Silakan teman, ayo apa yang teringat saat pertama masuk TK? Jangan-jangan sama sepertiku. (Bersambung)

https://nubarnulisbareng.com/raono.bag.3/Ida Saidah/