RAONO (Cernak bag. 2 Oleh Ida Saidah)

Kehadiranku di muka bumi menambah kebahagiaan mereka. Aku terlahir sebagai bayi yang sempurna. Tampan dan montok. Selain itu hidungku melebihi rata-rata orang Indonesia. Boleh dibilang, aku lah bayi terganteng di lingkungan tempat ayahku bekerja.

Kondisi itu bertolak belakang dengan kondisi ekonomi orang tuaku. Sebagai guru honorer dan penjual sayuran. kehadiranku menuntut bunda untuk berhenti membantu ekonomi keluarga. Bunda harus merawatku tanpa pertolongan asisten rumah tangga. Otomatis guna memenuhi semua kebutuhan harian hanya mengandalkan honor ayah yang diterima di akhir bulan, yang bahkan kadang-kadang telat.

Untung bundaku seorang yang sabar. Dalam kondisi apapun selalu bersyukur. Itulah yang membuatku nyaman dekat bunda. Orangnya tidak banyak menuntut. Senang memuji dan tidak pernah mencela. Jika aku ribut, cukup menyimpan telunjuk di bibirnya yang mungil.

Oh ya teman, sorry aku lupa cerita mengapa bayi ganteng itu diberi nama Raono, bernama lengkap Raono Makhuto. Itu ada kaitannya dengan kondisi keuangan keluarga. Orang tuaku hidup di kota metropolitan tapi kehidupannya bertolak belakang dengan kondisi kemegahan kota Jakarta. Padahal yang diajar oleh ayah adalah anak-anak orang berduit. Orang kaya bo.

Raono merupakan akronim dari kata ‘ora’ dan ‘ono’, bahasa Jawa artinya tidak ada. Makhuta dalam bahasa Indonesia, ‘ mahkota’, yang biasa disimpan di atas kepala raja-raja sebagai tanda kebesaran. Jadi dengan nama itu orang tuaku ingin menuliskan sejarah. Mungkin jika aku lahir di tahun ini, aku akan bernama Novel Corona. Canda teman. Tahu sendiri kalian, aku paling pendiam. Beraninya hanya lewat tulisan.


Pahamkan teman semua dengan penjelasanku. Aku harap kalian tidak mengolok-olokku lagi. Sungguh aku sangat sedih ketika mendapat perundungan dari kalian. Tolong bantu aku untuk bangkit dan punya rasa percaya diri. Jangan ejek namaku, apa lagi sampai menyebut-nyebut nama orang tuaku. Ingat kata guru agama, orang tua wajib dihormati, bukan untuk direndahkan. (Bersambung)

https://nubarnulisbareng.com/raono bag. 2/Ida Saidah/